Pengiriman Pesanan Pesawat Boeing Anjlok 67 Persen

CNN Indonesia | Rabu, 09/10/2019 21:06 WIB
Pengiriman Pesanan Pesawat Boeing Anjlok 67 Persen Ilustrasi Boeing. (AFP Photo/Jim Watson)
Jakarta, CNN Indonesia -- Boeing melaporkan pengiriman pesanan pesawat komersial mereka hanya mencapai 63 unit pada sepanjang kuartal III kemarin. Pengiriman tersebut anjlok dibandingkan kuartal III 2018 yang masih bisa mencapai 190 unit.

Dalam laporan yang mereka rilis Selasa (8/10) kemarin, Boeing menyatakan penurunan pengiriman pesanan tersebut terjadi akibat larangan terbang yang diberlakukan otoritas penerbangan terhadap Boeing 737 Max produksi mereka.

Para analis memproyeksikan penurunan pengiriman tersebut akan berdampak ke laba perusahaan. Mereka meramalkan, laba Boeing akan anjlok tajam pada 2019 ini akibat penurunan pengiriman tersebut.

Sebagai informasi, Boeing 737 Max 8 produksi Boeing memang terkena larangan terbang. Larangan terbang diberlakukan menyusul dua kecelakaan yang menimpa pesawat jenis tersebut dalam waktu kurang dari lima bulan.
Kecelakaan pertama menimpa Boeing 737 Max 8 yang dioperasikan oleh Lion Air. Kecelakaan tersebut telah menewaskan 189 penumpang.

Kecelakaan kedua menimpa Boeing 737 Max 8 yang dioperasikan Ethiopian Airlines. Kecelakaan menewaskan 149 orang. Larangan terbang tersebut membuat Boeing memangkas produksi pesawat mereka.


Bukan hanya itu saja, larangan terbang tersebut juga harus membuat mereka menyimpan ratusan pesawat yang baru selesai diproduksi. Boeing saat ini tengah berupaya untuk mendapatkan persetujuan terbang lagi dari otoritas penerbangan supaya keterpurukan yang mereka alami bisa segera diatasi.

Mereka yakin akan mendapatkan persetujuan tersebut. Keyakinan didasarkan pada sinyal yang diberikan oleh Regulator Penerbangan Sipil Amerika (FAA).

[Gambas:Video CNN]
Beberapa waktu lalu FA mengisyaratkan akan membolehkan MAX terbang lagi sebelum Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa (EASA) dan badan lain. EASA sendiri dalam pernyataan mereka melalui sebuah email menyatrakan masih menilai perangkat lunak komputer kontrol penerbangan terbaru MAX.

"Kami pada tahap ini tidak memiliki kekhawatiran khusus yang dihasilkan dari penilaian itu yang berarti bahwa kami tidak dapat menyetujui pengembalian yang terkoordinasi ke layanan. Namun penilaian belum selesai. Kami terus melakukan kontak dengan FAA dan Boeing," kata mereka seperti dikutip dari AFP, Rabu (9/10).

Boeing mengatakan akan terus bekerja dengan EASA supaya harapan mereka bisa terkabul sesuai waktu yang mereka harapkan "Ke depan, kami terus menargetkan persetujuan pengaturan untuk 737 MAX yang kembali berfungsi pada kuartal ini, meskipun FAA dan regulator global lainnya yang pada akhirnya akan menentukan timeline," kata juru bicara Boeing.

(AFP/agt)