13 BUMN Bagi Dividen Rp62,4 Triliun

CNN Indonesia | Senin, 27/05/2019 13:17 WIB
13 BUMN Bagi Dividen Rp62,4 Triliun Ilustrasi. (REUTERS/Darren Whiteside)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebanyak 13 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah membagikan dividen dari laba bersih tahun buku 2018 mencapai Rp62,4 triliun. Berdasarkan data yang dihimpun CNNIndonesia.com, dari total dividen yang dibagikan tersebut, sekitar Rp40,34 triliun akan masuk ke kantong pemerintah.

Pembagian dividen paling besar dilakukan oleh PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) yang mencapai Rp16,23 triliun. Jumlah tersebut setara dengan 90 persen laba perusahaan pada tahun lalu.

Kemudian disusul oleh PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) sebesar Rp16,17 triliun atau 50 persen dari laba bersih tahun lalu dan PT Bank Mandiri Tbk sebesar Rp11,25 triliun atau 45 persen laba tahun lalu.


Sementara Pertamina yang biasanya menjadi penyumbang dividen terbesar, tahun ini membagikan Rp8,4 triliun. Seluruh dividen tersebut masuk ke kantong pemerintah lantaran 100 persen sahamnya digenggam negara.


Lalu PT Bukit Asam Tbk (PTBA) sebesar Rp3,76 triliun atau 75 persen dari laba. Di sisi lain, BUMN tambang lainnya, PT Timah Tbk dan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) membagikan dividen 35 persen dari laba masing-masing Rp185,97 miliar dan Rp306 miliar.

Setoran dividen yang cukup besar juga masih berasal dari Bank BUMN yakni PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) sebesar Rp3,74 triliun atau 25 persen laba. Sementara BTN membagikan dividen Rp561 miliar atau 20 persen dari laba.

Di sisi lain, rata-rata dividen yang dibagikan oleh BUMN konstruksi berkisar 20-25 persen dari laba. BUMN konstruksi yang membagikan dividen paling besar, yakni PT Waskita Karya Tbk sebesar Rp990, 7 miliar atau 25 persen laba.

Sementara tiga bumn konstruksi lainnya membagikan dividen sebesar 20 persen dari laba. PT Adhi Karya Tbk membagikan Rp128,83 miliar, PT Wijaya Karya Tbk Rp346,05 miliar, dan PT Pembangunan Perumahan Tbk Rp300 miliar.

Tahun ini, pemerintah menargetkan setoran dividen yang masuk ke kantong pemerintah mencapai Rp45 triliun. Target tersebut relatif sama dibanding tahun sebelumnya.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno sebelumnya menyebut laba bersih seluruh BUMN tahun lalu menembus Rp200 triliun. Ia juga menyebut sebanyak 25 BUMN berhasil membukukan laba bersih di atas Rp1 triliun pada tahun lalu.

"Saat pertama saya ditunjuk sebagai Menteri BUMN, keuntungan BUMN Rp143 triliun, sekarang 2018 untungnya di atas Rp200 triliun," terang Rini.
[Gambas:Video CNN]

Sementara itu, meski sudah membagikan dividen, Pertamina hingga kini belum mengumumkan besaran laba bersih pada tahun lalu. Pada kuartal III 2018, laba bersih BUMN minyak tersebut anjlok menjadi Rp5 triliun dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp35 triliun.

PLN yang pada kuartal III 2018 mencatatkan kerugian Rp18 triliun juga belum mengumumkan capaian laba bersih dan pembagian dividen. (agi/agi)