Sri Mulyani Harap THR PNS Dorong Ekonomi Kuartal II

CNN Indonesia | Jumat, 24/05/2019 15:52 WIB
Sri Mulyani Harap THR PNS Dorong Ekonomi Kuartal II Menteri Keuangan Sri Mulyani berharap THR dan gaji ke-13 bisa mendorong ekonomi kuartal II tumbuh 5,1 persen. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berharap pencarian Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji ke-13 Pegawai Negeri Sipil (PNS) bisa berdampak besar pada pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Ia berharap 'bonus' tersebut bisa membuat pertumbuhan ekonomi kuartal II mencapai level 5,1 persen.

Target tersebut lebih baik dibanding realisasi pertumbuhan kuartal I 2019 yang hanya 5,07 persen. Ia mengatakan pertumbuhan ekonomi ini akan didorong oleh konsumsi rumah tangga yang diyakini bisa bertahan di atas 5 persen per tahun.

Menurutnya, pengaruh THR terhadap konsumsi bisa melalui dua jalur. Pertama, belanja PNS.


Dengan asumsi seluruh THR dan gaji ke-13 digunakan untuk belanja, maka akan terdapat Rp40 triliun tambahan konsumsi masuk ke komponen Produk Domestik Bruto (PDB).


"Angka konsumsi juga semakin besar, lantaran bagian pendapatan untuk konsumsi (Marginal Prospensity to Consume/MPC) pada Idul Fitri biasanya juga makin besar, jadi dampaknya ke konsumsi bisa lebih ekstra," jelasnya, Jumat (24/5).

Kedua, pendapatan produsen. Ketika PNS mulai membelanjakan uangnya, maka uang tersebut bisa memperbaiki pendapatan produsen, seperti baju atau makanan. Perbaikan pendapatan tersebut diharapkan bisa digunakan kembali untuk kegiatan konsumsi.

"Kami berharap pada kuartal II dari sisi pertumbuhan ekonomi, permintaan agregat bisa di atas 5 persen. Kami berharap situasi politik kondusif bisa terjaga, sehingga (pertumbuhan ekonomi) bisa di atas 5,07 persen dan mendekati 5,1 persen," katanya.

Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro mengatakan ekonomi kuartal II mendapatkan momentum besar. Selain dari pencairan THR dan gaji ke-13 yang diharapkan bisa mendorong kegiatan konsumsi, dorongan juga bisa didapat dari masa panen tanamanan pangan yang bergeser dari Maret ke April.

[Gambas:Video CNN]

Pergeseran masa panen tersebut akan membuat pendapatan sektor pertanian membaik pada kuartal II. 

"Konsumsi yang membaik mulai kuartal II ini akan menunjukkan tren hingga akhir tahun. Pertumbuhan konsumsi kami perkirakan bisa mencapai 5,1 persen hingga akhir tahun, dan pertumbuhan ekonomi bisa saja mencapai 5,22 persen," jelasnya.

Pada kuartal I lalu, BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,07 persen secara tahunan atau lebih baik dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 5,06 persen. Adapun, konsumsi rumah tangga menjadi penyumbang terbesar Produk Domestik Bruto (PDB) pada kuartal I kemarin dengan nilai 56,82 persen dan pertumbuhan sebesar 5,01 persen secara tahunan.

(glh/agt)