Pengusaha Tak Khawatir Aksi 22 Mei Ganggu Aktivitas Ekonomi

CNN Indonesia | Selasa, 21/05/2019 17:15 WIB
Pengusaha Tak Khawatir Aksi 22 Mei Ganggu Aktivitas Ekonomi Ilustrasi Kadin Indonesia. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kalangan pengusaha mengaku tidak khawatir dengan aksi demonstrasi menyuarakan penolakan hasil perhitungan pemilihan presiden (Pilpres) 2019 pada Rabu (22/5).

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Bidang Properti dan Kawasan Ekonomi Sanny Iskandar menyatakan aksi tersebut tidak akan menganggu aktivitas perekonomian. Ia meyakini semua kegiatan ekonomi akan berlangsung normal seperti biasa.

"Justru Apindo kami malah mengadakan rapat jam 2 siang (14.00 WIB) dilanjutkan acara buka bersama. Itu menunjukkan tidak ada masalah dan tidak terlalu khawatir, semuanya berjalan seperti biasa," katanya kepada CNNIndonesia.com.


Ia juga mengimbau seluruh pengusaha maupun masyarakat untuk melangsungkan rutinitasnya masing-masing seperti biasa esok hari. Ia meyakinkan jika aparatur keamanan akan bersiaga untuk mengawal lancarnya aksi esok hari.


"Tidak usah terlalu banyak terpengaruh, hal ini justru membuat semuanya jadi khawatir terutama investor asing," ujarnya.

Di sisi lain, Sanny yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bidang Pengembangan Kawasan Ekonomi itu berharap agar kondisi politik dan keamanan usai pengumuman resmi KPU tetap kondusif hingga presiden terpilih disahkan. Pasalnya, situasi politik dan keamanan usai pesta demokrasi yang tak kondusif justru akan mengancam aliran investasi ke dalam negeri.

"Kalau tidak kondusif investor juga akan mempertimbangakan rencana investasinya. Nanti, dampaknya tidak hanya ke pemerintah tetapi masyarakat secara keseluruhan karena investasi akan menggerakkan perekonomian," katanya.

Dihubungi terpisah, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey menyatakan toko-toko ritel modern di bawah Aprindo akan beroperasi secara normal seperti hari biasa.


"Kami tetap akan operasi, jadi toko-toko ritel Aprindo tidak akan ada yang menutup, tidak akan ada yang membuat supaya dipulangkan tenaga kerjanya," katanya.

Ia mengaku tidak khawatir lantaran aparatur keamanan telah menyiagakan personilnya. Bahkan, lanjutnya, keamanan ekstra sudah disiapkan sebelum hari H aksi tersebut rencananya akan digelar. Dengan demikian, seluruh pelaku usaha ritel tetap bisa beroperasi dengan tenang esok hari.

"Kami sebagai pelaku usaha tentunya akan tetap berdagang normal, melakukan kegiatan yang produktif. Karena kami ini menjadi lokasi utama konsumen untuk memenuhi kebutuhannya," tuturnya.

Untuk diketahui, pendukung Prabowo-Sandiaga rencananya akan menggelar aksi demo pada Rabu (22/5). Aksi yang disebut sebagai gerakan people power ini bertujuan untuk menyampaikan penolakan kepada hasil KPU.

[Gambas:Video CNN]

KPU telah menetapkan pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin sebagai pemenang dalam Pilpres 2019. Mereka memperoleh 85.607.362 suara sah. Raihan suara Jokowi-Ma'ruf setara dengan 55,50 persen dari total suara sah di Pilpres 2019 sebanyak 154.257.601 suara.

Sementara itu, pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendapat 68.650.239 suara sah. Dengan kata lain, Paslon 02 meraih 44,50 persen dari total suara sah. (ulf/lav)