Cegah Macet, One Way dan Mudik Gratis Diterapkan

Kemenhub, CNN Indonesia | Senin, 20/05/2019 22:11 WIB
Cegah Macet, <i>One Way</i> dan Mudik Gratis Diterapkan Ilustrasi. (Foto: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Perhubungan telah mempersiapkan strategi untuk mengatur lalu lintas kendaraan di jalan Tol Trans Jawa, salah satunya dengan menetapkan strategi one way dan optimalisasi mudik gratis.

Usai meninjau kesiapan jalan tol di Gerbang Tol Cikarang Utama pada Minggu (19/5), Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi menjelaskan ketentuan one way yang akan berlaku pada puncak arus mudik maupun balik selama periode Angkutan Lebaran 2019.

"Pemberlakuan sistem one way tersebut mulai dari KM 29 Tol Jakarta-Cikampek hingga KM 262 Brebes Barat, berlaku mulai dari tanggal 30 Mei sampai 2 Juni. Kedua jalur yang ke arah Jawa maupun arah Jakarta maupun rest area yang ada di kedua sisi jalan dapat digunakan oleh pengendara yang akan ke arah Timur," kata Budi dalam keterangannya, Senin (20/5).


Sementara itu, lanjutnya, untuk kendaraan yang menuju Jakarta akan dialihkan melalui jalan arteri Pantura dan dapat masuk kembali pada GT Cikarang Barat.


Dia melanjutkan pada arus balik mulai 8 Juni sampai 10 Juni 2019, sistem satu arah kembali diberlakukan untuk ke arah Jakarta yakni dari KM 189 Palimanan hingga KM 29 Cikarang Utama.

Selepas GT Cikarang Utama, kondisi lalu lintas berlaku normal kembali untuk dua arah.

Bagi pengguna jalan yang akan menuju Jawa Tengah, akan diarahkan melalui jalan arteri Cikarang Barat menuju jalur Pantura dan dapat masuk kembali di jalan tol pada GT Plumbon. Sedangkan arah Bandung dapat masuk kembali melalui GT Sadang.

Bagi pengguna jalan tol, Budi juga mengimbau untuk mencegah penumpukan kendaraan pada satu Gerbang Tol saja.

"Bagi yang tujuannya ke Bumiayu, Ajibarang, Purwokerto, Majenang, dan Cilacap dapat keluar di Ciledug dan Pejagan. Sementara yang ingin ke Belik, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, dan Kebumen dapat keluar di Brebes Barat, Brebes Timur, Adiwerna, dan Gandulan," kata Budi.

Mudik Gratis

Selain sistem one way, Kemenhub juga mengoptimalkan mudik tanpa sepeda motor dengan mengajak masyarakat untuk ikut mudik gratis. Hal itu terkait dengan angka kecelakaan yang relatif tinggi.

Budi menyatakan sejumlah penyebab di antaranya adalah sepeda motor membawa lebih dari dua orang, tak pakai helm, dan menggunakan ponsel saat berkendara.

"Saya minta bagi para pemudik untuk tidak melihat sepeda motor sebagai salah satu moda untuk mudik. Kami sediakan juga program mudik gratis supaya dapat mengurangi pemudik dengan sepeda motor," katanya.


Sementara itu, berdasarkan data dari Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan, pada pemudik yang berasal dari Jabodetabek akan mudik dengan sepeda motor sebanyak 6,3 persen (942.621 orang) atau turun sebanyak 0,3 persen dari 2018 lalu.

Ditjen Hubdat pun menambah jumlah kuota mudik gratis dengan bus maupun kapal Ro-Ro untuk menampung masyarakat yang berminat pulang kampung namun tetap membawa sepeda motornya sampai ke kampung halaman. (asa)