Darmin Berharap Ekonomi Tumbuh 5,1 Persen pada Kuartal I 2019

CNN Indonesia | Jumat, 26/04/2019 16:07 WIB
Darmin Berharap Ekonomi Tumbuh 5,1 Persen pada Kuartal I 2019 Menko Perekonomian Darmin Nasution berharap ekonomi kuartal I 2019 bisa tumbuh 5,1 persen. (Dok. Kementerian Perekonomian)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution berharap pertumbuhan ekonomi kuartal I 2019 bisa mencapai di angka minimal di angka 5,1 persen Secara tahunan (year-on-year). Harapan ini lebih tinggi dibandingkan capaian periode tahun lalu yang hanya sebesar 5,06 persen.

Darmin mengatakan angka pertumbuhan ekonomi seharusnya dilihat secara sektoral. Pada kuartal I, PDB sektor pertanian seharusnya membaik karena masa panen seharusnya masuk di Maret.

Memang, puncak panen baru terjadi pada April atau awal kuartal II. 
Meski demikian, panen tahun ini setidaknya lebih tepat waktu dibandingkan tahun kemarin.


Makanya ia yakin pertumbuhan ekonomi kuartal I tahun ini lebih baik dari tahun lalu. 
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, PDB sektor pertanian pada kuartal I tahun lalu bertumbuh 3,14 persen dan memberi andil ke PDB sebesar 13,26 persen. 


"Jadi pertanian mungkin di tahun lalu agak terlambat betul, sehingga kalau dihitung secara year-on-year sekarang, pastinya pertumbuhan ekonomi bisa 5,1 persen atau di atas," jelas Darmin, Jumat (26/4).

Lebih lanjut ia menuturkan pertumbuhan ekonomi bahkan bisa menyentuh 5,2 persen jika memang ada kondisi lain yang mendorong. Namun, ia memilih untuk menunggu hasil perhitungan PDB kuartal I dari BPS yang rencananya dirilis Mei mendatang.

"Mungkin saja bisa," jelas dia.

Sementara itu, Bank Indonesia mengatakan pertumbuhan ekonomi kuartal I bisa berada dalam rentang 5 persen hingga 5,4 persen. Namun, BI melihat pertumbuhan ekonomi berada di rentang tengah 5,2 persen.

[Gambas:Video CNN]

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan pertumbuhan ini akan ditopang konsumsi rumah tangga yang baik karena inflasi yang terjaga rendah. Selain itu, konsumsi juga akan ditopang oleh  bantuan sosial yang digelontorkan pemerintah untuk masyarakat kurang mampu.

Sebagai informasi, hingga Maret 2019, Kementerian Keuangan mencatat realisasi penyaluran bansos sudah mencapai Rp36,97 triliun. Realisasi tersebut lebih besar 106,62 persen dari periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp17,9 triliun.

Perry mengakui pertumbuhan akan kekurangan topangan dari investasi yang sedikit melambat sejalan dengan pola musiman awal tahun dan ekspor masih belum mumpuni lantaran terhambat perlambatan pertumbuhan ekonomi global.

"Dengan pertumbuhan ekonomi yang baik, tentu ini akan meningkatkan confident para pelaku pasar di Indonesia," jelas Perry, kemarin. (glh/agt)