Pemerintah Raup Rp2,26 Triliun dari SBR 006

CNN Indonesia | Rabu, 24/04/2019 07:26 WIB
Pemerintah Raup Rp2,26 Triliun dari SBR 006 Ilustrasi rupiah. (REUTERS/Thomas White).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Keuangan menyebut penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) ritel seri Savings Bond Ritel (SBR) 006 berhasil meraup dana sebesar Rp2,26 triliun. Angka ini lebih besar ketimbang target indikatif yakni Rp2 triliun saja.

Dikutip dari laman Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu pada Selasa (24/4), SBR 006 menarik perhatian 9.520 investor. Sebanyak 65,34 persen dari jumlah tersebut merupakan investor baru, sementara sisanya merupakan investor yang pernah membeli SBN ritel pada periode sebelumnya.

Lebih lanjut, sebanyak 49,42 persen dari jumlah investor merupakan generasi milenial, yakni berusia 19 hingga 39 tahun. Namun, jika dilihat dari volume pemesanan, generasi baby boomers yang berusia 55 hingga 73 tahun masih mendominasi dengan besaran Rp1 triliun, atau 44,46 persen dari tawaran yang masuk.


Kemenkeu juga menghitung bahwa rata-rata volume pemesanan SBR 006 per investor terbilang Rp237,31 juta. Namun, sebagian besar investor, atau 67,02 persen, membeli SBR 006 dalam rentang Rp1 juta hingga Rp100 juta.


Sekadar informasi, SBR 006 adalah obligasi ritel keempat yang diterbitkan pemerintah sepanjang tahun ini. Adapun masa penawaran SBR 006 bermula dari 1 April dan berakhir pada 16 April 2019 dengan kupon 7,95 persen dan tenor selama dua tahun.

Sebelum SBR 006, pemerintah telah menerbitkan Savings Bond Ritel (SBR) 005 dengan raupan dana Rp4 triliun, Sukuk Tabungan (ST) 003 sebesar Rp3,13 triliun, dan Sukuk Ritel (SR) 011 sebesar Rp21,11 triliun.

Tahun ini, pemerintah menaksir 9-10 persen dari penerbitan SBN bruto sebanyak Rp825,7 triliun dikontribusikan dari penerbitan obligasi non-lelang, seperti obligasi ritel dan obligasi yang ditawarkan ke sekelompok kecil investor (private placement).

[Gambas:Video CNN] (glh/lav)