RI Pimpin Kelompok Kerja Pembiayaan Infrastruktur ASEAN

CNN Indonesia | Senin, 08/04/2019 18:34 WIB
RI Pimpin Kelompok Kerja Pembiayaan Infrastruktur ASEAN Ilustrasi bendera negara anggota ASEAN. (ANTARA FOTO/Yusran Uccang).
Jakarta, CNN Indonesia -- Indonesia dan Malaysia memimpin pembentukan kelompok kerja pembiayaan infrastruktur negara-negara anggota ASEAN demi meningkatkan kerja sama pengembangan pasar modal dan sektor keuangan.

Hal itu merupakan salah satu hasil kesepakatan dalam pertemuan ASEAN Finance Ministers and Central Bank Governors (AFMGM) 2019 pada 2-5 April 2019, di Chiang Rai, Thailand. Pertemuan dihadiri Delegasi Republik Indonesia yang dipimpin oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.

"Negara-negara ASEAN terus meningkatkan kerja sama. Pertama dengan membentuk Working Group on Infrastructure Finance yang diketuai oleh Indonesia dan Malaysia, bertujuan untuk meningkatkan pembiayaan infrastruktur melalui pasar modal," demikian dipaparkan dalam keterangan tertulis Kementerian Keuangan, Senin (7/4).


Kedua, negara-negara ASEAN membentuk kelompok kerja pembiayaan berkelanjutan yang akan mendorong penerbitan obligasi pembangunan berkelanjutan melalui penggunaan standar ASEAN atas surat utang hijau.


Ketiga, publikasi nota panduan pada layanan keuangan digital, edukasi keuangan, dan perlindungan konsumen untuk mendorong inklusi keuangan kawasan.

Keempat, kerja sama pengembangan sektor asuransi, khususnya asuransi mikro yang diharapkan dapat menjangkau masyarakat menengah ke bawah yang belum terlindungi asuransi.

Secara umum, pertemuan para menteri dan gubernur bank sentral negara ASEAN itu membahas capaian dan tantangan kerja sama keuangan ASEAN dalam mencapai Visi ASEAN Economic Community (AEC) 2025. Visi yang dimaksud ialah menguatkan integrasi dan konektivitas ekonomi untuk meningkatkan daya saing kawasan dan mendorong pembangunan inklusif dengan berorientasi pada pembangunan manusia.

Penguatan kerja sama negara-negara ASEAN menjadi krusial mengingat dinamika ekonomi regional dan global yang diwarnai ketidakpastian akibat tensi perdagangan, proteksionisme, kelesuan ekonomi negara-negara maju. Selain itu, perubahan arah kebijakan moneter negara maju, serta meningkatnya peluang dan tantangan terkait ekonomi digital dan pembangunan berkelanjutan.

[Gambas:Video CNN]

Pertemuan menyepakati bahwa secara umum ASEAN berada pada jalur yang tepat untuk mencapai objektif AEC, terutama pada jalur keuangan yang menunjukkan perkembangan signifikan. (uli/lav)