Menhub Yakin MRT Tak Bakal Sepi Penumpang seperti Palembang

CNN Indonesia | Selasa, 26/03/2019 20:57 WIB
Menhub Yakin MRT Tak Bakal Sepi Penumpang seperti Palembang Menteri Perhubungan Budi Karya meyakini MRT Jakarta tidak akan sepi penumpang seperti yang terjadi pada moda transportasi kereta ringan cepat LRT Palembang. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meyakini MRT Jakarta tidak akan sepi penumpang seperti yang terjadi pada moda transportasi kereta ringan cepat (Light Rapid Transit/LRT) Palembang. Sebab, jumlah penduduk Ibukota lebih banyak dibandingkan warga Palembang sehingga kebutuhan akan moda transportasi cenderung lebih tinggi.

"Populasi DKI Jakarta ini sepuluh kali lipat dari LRT Palembang, sedangkan di DKI Jakarta ini macet parah," katanya di Hotel Sahid, Selasa (26/3).

Kabar LRT Palembang sepi penumpang berhembus usai gelaran Asian Games 2018. Sejak pesta olaharaga akbar itu selesai dihelat, LRT Palembang hanya ramai saat akhir pekan.


Oleh sebab itu, Menhub meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memaksimalkan sosialisasi kepada masyarakat. Salah satunya dengan menggratiskan tarif MRT selama satu bulan setelah resmi beroperasional. Ia juga berharap masyarakat bisa menjaga ketertiban dan kebersihan fasilitas MRT Jakarta.


"Atau kalau ada pembayaran kecil saja, katakanlah Rp5 atau Rp25," ujarnya.

Sementara itu, Pemprov DKI Jakarta dan DPRD DKI Jakarta baru saja menyepakati tarif MRT rute Lebak Bulus-Bundaran HI maksimal sebesar Rp14 ribu. Pertama rata-rata tarif yang dikenakan adalah Rp1.000 per kilometer. Kedua, rata-rata tarif sebesar Rp8.500. Adapun tarif minimal ditetapkan sebesar Rp3.000.

MRT Jakarta fase I ini menghubungkan Lebak Bulus- Bundaran HI sepanjang 16 km yang meliputi 10 km jalur layang dan 6 km jalur bawah tanah. Moda transportasi massa ini telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 24 Maret 2019 lalu. Sementara itu, pembangunannya sendiri sudah dilakukan sejak Oktober 2013.

(ulf/lav)