Krakatau Steel Konsultasi Nasib Direktur dengan Menteri Rini

CNN Indonesia | Minggu, 24/03/2019 15:38 WIB
Krakatau Steel Konsultasi Nasib Direktur dengan Menteri Rini Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim mengatakan proses pergantian direksi wajib dilakukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Krakatau Steel (Persero) Tbk tengah berkonsultasi dengan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terkait pergantian Direktur Teknologi dan Produksi Wisnu Kuncoro yang baru saja dijadikan tersangka kasus suap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim mengatakan proses pergantian direksi wajib dilakukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Dalam rapat itu, pihak direksi akan meminta persetujuan dari pemegang saham.

"Saya masih berkonsultasi dengan deputi dan Ibu Menteri untuk langkah selanjutnya kaitannya dengan pergantian ini," ungkap Silmy, Minggu (24/3).


Bila kondisinya di luar dugaan, kata Silmy, prosesnya akan diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Luar Biasa (RUPSLB). Namun, ia belum bisa memastikan soal waktu perusahaan menyelenggarakan akan agenda tersebut.


"Pergantian direksi secara permanen dalam RUPS, kemudian yang tidak terjadwal tetap harus dijadwalkan," ucap Silmy.

Saat ini, seluruh tanggung jawab Wisnu sebagai Direktur Teknologi dan Produksi sementara diambil alih langsung oleh Silmy. Dalam hal ini, ia juga dibantu oleh Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) Rahmad Hidayat.

"Jadi day to day-nya saya dibantu oleh Pak Rahmad," imbuh dia.

Ia menambahkan bahwa perusahaan akan memberikan fasilitas bantuan kepada Wisnu sesuai dengan aturan yang berlaku. Hanya saja, ia tak membeberkan lebih rinci terkait perkembangan bantuan hukum akan diberikan.


"Ada aturannya. Intinya sesuai dengan aturan kami dukung," katanya.

Diketahui, Wisnu menjadi salah satu pihak yang menjadi target operasi tangkap tangan (OTT) terkait kasus suap dugaan di Krakatau Steel pada Jumat (22/3).

Selain Wisnu atau WNU, ada lima orang lainnya yang diamankan, yakni Hernanto selaku General Manager Blast Furnice Krakatau Steel alias HTO, Heri Susanto sebagai General Manager Central Maintenance dan Facilities Krakatau Steel alias HES, Alexander Muskitta alias AMU, Kenneth Sutardja alias KSU, dan sopir HTO.

Namun, tak semua yang ditangkap malam itu menjadi tersangka. Hanya empat orang yang akhirnya ditetapkan menjadi tersangka, yakni WNU dan AMU sebagai terduga penerima serta KSU dan Kurniawan Edy Tjokro alias KET sebagai terduga pemberi suap.

[Gambas:Video CNN] (aud/lav)