BI Jamin Volatilitas Rupiah Terjaga di Bawah 10 Persen

CNN Indonesia | Minggu, 24/03/2019 14:42 WIB
BI Jamin Volatilitas Rupiah Terjaga di Bawah 10 Persen Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Yogyakarta, CNN Indonesia -- Bank Indonesia (BI) menargetkan tingkat volatilitas nilai tukar rupiah bisa berada di level rendah di bawah 10 persen tahun ini. Dengan demikian, stabilitas nilai tukar rupiah dapat terjaga.

"Kami masih akan terus menurunkan supaya volatilitas rupiah di bawah 10 persen, supaya stabilitasnya terjaga," ujar Kepala Departemen Pengelolaan Moneter Nanang Hendarsah, Sabtu (24/3).

Nanang meyakini stabilitas nilai tukar rupiah tahun ini akan membaik. Pemicunya adalah kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve yang memberikan sinyal kuat bahwa mereka tidak akan mengerek Fed Fund Rate (FFR) pada 2019. Rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada Rabu, (20/3) waktu setempat memutuskan untuk mempertahankan FFR di kisaran 2,25 persen hingga 2,50 persen.


"Artinya satu faktor global itu sudah jelas akan memberikan dukungan terhadap stabilitas rupiah," imbuhnya.


Namun demikian, rupiah masih menghadapi tantangan dari perang dagang AS-China yang belum sepenuhnya mereda. Selain itu, keputusan Inggris keluar dari Uni Eropa atau British Exit (Brexit) juga memberi ketidakpastian pada nilai tukar rupiah. Terbaru, Perdana Menteri Inggris, Theresa May, bakal memohon untuk mengulur keputusan Brexit.

Namun demikian, Nanang meyakini volatilitas rupiah masih bisa ditekan lantaran volatilitas nilai tukar rupiah pernah berada di bawah 5 persen.

Dari sisi domestik, lanjutnya, indikator ekonomi Indonesia masih terjaga. Di tengah gejolak ekonomi global, pertumbuhan ekonomi masih bisa dijaga pada posisi 5,17 persen di 2018. Sedangkan, tingkat inflasi terjaga di posisi 3,13 persen.

Hanya saja, Indonesia masih memiliki catatan negatif pada neraca transaksi berjalan. Tahun lalu, bank sentral mencatat defisit neraca transaksi berjalan sebesar US$31,1 milliar atau 2,98 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Namun, Nanang memprediksi defisit tahun ini bisa ditekan.


"Tapi overall (keseluruhan) pada 2019 seharusnya bisa mendekati 2,5 persen, dengan berbagai upaya dari pemerintah dan Bank Indonesia. Sehingga dibandingkan 2018 volatilitas sudah lebih baik sekarang," tuturnya.

Sepanjang tahun lalu, volatilitas nilai tukar rupiah berada di kisaran 7-8 persen.

Sementara itu, nilai tukar rupiah pada perdagangan Jumat (22/3) sore berada di level Rp14.162 per dolar AS. Posisi tersebut menguat 0,16 persen dibanding perdagangan Kamis (21/3) yang sebesar Rp14.140 per dolar AS.

Kurs referensi Bank Indonesia Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp14.157 per dolar AS atau melemah dibanding sebelumnya yakni Rp14.102 per dolar AS.

[Gambas:Video CNN] (ulf/lav)