Setelah Kereta Api, Kini RI Ekspor Bus ke Bangladesh

CNN Indonesia | Jumat, 22/03/2019 10:32 WIB
Setelah Kereta Api, Kini RI Ekspor Bus ke Bangladesh Ilustrasi bus. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga).
Jakarta, CNN Indonesia -- Setelah sukses meng-ekspor 15 gerbong kereta api, kini RI mengekspor bus eksekutif ke Bangladesh. Ada empat bus eksekutif dan 10 bus tingkat senilai US$ 808 ribu atau setara Rp11,41 miliar yang diekspor oleh perusahaan karoseri CV Laksana.

"Ini menjadi prestasi atas kegigihan upaya kita untuk memajukan ekspor ke pasar-pasar non tradisional," ujar Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, seperti dilansir Antara, kemarin.

Ekspor bus merupakan salah satu realisasi dari komitmen Pemerintah Indonesia dan Bangladesh untuk meningkatkan kerja sama ekonomi. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat berkunjung ke Bangladesh tahun lalu.

"Mudah-mudahan pengiriman bus awal dari banyak hal yang akan dilakukan antara RI dan Bangladesh dan menjadi inspirasi bagi perusahaan-perusahaan lain di Indonesia untuk mengembangkan kerja sama di pasar-pasar potensial yang selama ini belum kita kerjakan," imbuh dia.


Bus yang diekspor diklaim berkualitas tinggi dan telah memenuhi standar keamanan internasional UN ECE-R66. Bus-bus tersebut menggunakan rangka dan mesin dari Scania, produsen utama kendaraan komersial berbasis di Swedia. Namun, memiliki desain dan dimensi panjang yang sesuai peraturan Bangladesh.

"Kami berharap bus-bus Laksana dapat menjadi mode transportasi yang andal di Bangladesh dan dapat membanggakan Indonesia di dunia internasional," ujar Direktur Teknik CV Laksana Stefan Arman.

Sebelum Bangladesh, CV Laksana telah mengekspor lebih dari 200 bus ke Fiji dan Timor Leste. "Kami percaya dengan dukungan penuh pemerintah, maka peluang kami untuk bisa masuk ke negara lain sangat terbuka," terang Stefan.

Bangladesh merupakan mitra penting Indonesia di kawasan Asia Selatan. Selain bus eksekutif, pada awal 2019 ini, PT INKA juga telah mengirimkan 15 gerbong kereta api untuk ekspor tahap pertama dari total 250 gerbong pesanan Bangladesh.

[Gambas:Video CNN]



(Antara/bir)