BI Ramal Pekan Ketiga Februari Deflasi 0,07 Persen

Yuli Yanna Fauzie, CNN Indonesia | Jumat, 22/02/2019 15:30 WIB
BI Ramal Pekan Ketiga Februari Deflasi 0,07 Persen Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Hasil survei pemantauan Bank Indonesia (BI) terhadap harga sejumlah komponen pengeluaran masyarakat menunjukkan ada penurunan harga atau deflasi sebesar 0,07 persen secara bulanan pada Februari 2019. Pemantauan tersebut dilakukan sampai pekan ketiga bulan ini.

Secara tahunan, harga komponen pengeluaran masyarakat masih menunjukkan peningkatan sekitar 2,58 persen dibanding periode yang sama pada tahun lalu.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan kontribusi terbesar atas terciptanya deflasi berasal dari harga bahan pangan, seperti cabai merah yang turun 0,07 persen, bawang merah minus 0,06 persen, telur ayam ras minus 0,05 persen, dan cabai rawit minus 0,02 persen.


"Harga daging ayam ras juga turun," ucap Perry di Kompleks Gedung BI, Jumat (22/2).


Selain itu, deflasi juga disumbang oleh harga pengeluaran non pangan, yaitu bahan bakar minyak (BBM) non subsidi, seperti Pertamax yang turun sekitar 0,07 persen.

"Ini karena harga minyak dunia memang turun," katanya.

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) selaku distributor Pertamax mengumumkan penurunan harga Pertamax dari Rp10.200 menjadi Rp9.850 per liter. Penurunan tersebut berlangsung efektif mulai 10 Februari lalu.

Tak hanya Pertamax, harga BBM subsidi, yaitu Premium juga turun dari Rp6.550 per liter, kini jadi Rp6.450 per liter. Penurunan itu juga berlaku pada waktu yang sama, namun untuk wilayah distribusi Jawa, Madura, dan Bali (Jamali).


Direktur Pemasaran Retail PT Pertamina (Persero) Mas'ud Khamid mengatakan penurunan terjadi menyusul tren menurunnya harga minyak mentah dunia dan penguatan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Selain itu, lanjutnya, penurunan harga ini dilakukan setelah Pertamina memperhatikan daya beli masyarakat. "Komponen utama penentu harga bersifat fluktuatif, sehingga kami terus melakukan evaluasi terhadap harga jual BBM," kata Mas'ud.

Sementara itu, bila dibandingkan bulan sebelumnya, proyeksi deflasi pada Februari 2019 lebih rendah. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi sebesar 0,32 persen secara bulanan dan 2,82 persen secara tahunan terjadi pada bulan lalu.

Salah satu penyebab terjadinya inflasi karena tingginya harga tiket pesawat untuk penerbangan domestik.

(lav/lav)