Garap Pariwisata, Trans Corp Raih Pinjaman Rp3,85 Triliun IFC

CNN Indonesia | Selasa, 19/02/2019 10:23 WIB
Garap Pariwisata, Trans Corp Raih Pinjaman Rp3,85 Triliun IFC Ilustrasi. (ifc.org).
Jakarta, CNN Indonesia -- International Finance Corporation (IFC), bagian dari Grup Bank Dunia, menggelontorkan paket pinjaman sebesar US$275 juta atau setara Rp3,85 triliun kepada PT Trans Corpora (Trans Corp), anak usaha CT Corpora. Fasilitas itu diberikan untuk mendukung pengembangan bisnis Trans Corp di sektor ritel, pariwisata, dan properti di seluruh Indonesia.

Kerja sama antara kedua pihak ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara IFC dan CT Corp pada Oktober 2018.

Investasi IFC akan digunakan untuk mendukung pengembangan gerai ritel Trans Corp di 25 kota sampai tahun 2025. Investasi ini akan mendorong pengembangan jaringan ritel modern di Indonesia untuk memperluas akses konsumen terhadap produk-produk yang berkualitas. Hal ini juga diharapkan mampu mendorong pengembangan jaringan distribusi lokal yang melibatkan pemasok lokal dan usaha kecil menengah (UKM) lebih banyak.


Ekspansi Trans Corp di sektor ritel diharapkan dapat menciptakan lebih dari 30 ribu lapangan kerja baru di Indonesia. Melalui sektor ini, Trans Corp bekerja sama dengan lebih dari 6.000 pemasok dengan 70 persen di antaranya adalah UKM. Secara tidak langsung diperkirakan sekitar 23 ribu lapangan kerja akan tercipta di sektor pertanian dan distribusi.


"Dukungan IFC akan membantu kami mengembangkan usaha dan menghadirkan produk dan layanan yang inovatif kepada para konsumen," ungkap Chairman CT Corpora Chairul Tanjung dalam keterangan tertulis, Senin (18/2).

Fasilitas pinjaman IFC juga akan digunakan untuk pengembangan usaha Trans Corp di sektor pariwisata.

Melalui kerjasama dengan Accor, sebuah perusahaan manajemen hotel, Trans Corp berencana membangun 30 hotel baru dengan hampir 6.000 kamar di seluruh Indonesia.

Disamping itu, Trans Corp sedang membangun lebih dari 10 ribu unit apartemen dengan harga terjangkau di berbagai lokasi guna memenuhi kebutuhan tempat tinggal masyarakat kelas menengah. Hal ini sebagai bagian dari upaya untuk mengurangi defisit hunian yang tengah dihadapi Indonesia.


Trans Corp mengaku berkomitmen mengimplementasikan konsep bangunan ramah lingkungan yang memenuhi standar Excellence in Design for Greater Efficiencies (EDGE).

Selama ini, bangunan di Indonesia adalah pengguna energi terbesar ketiga yang diperkirakan mengkonsumsi sekitar 27 persen dari total konsumsi energi nasional. Jika tidak dikelola dengan baik, konsumsi energi dari bangunan tersebut berpotensi meningkat hingga mencapai 39 persen dari total energi pada 2030.

"Paket pembiayaan ini bertujuan untuk memaksimalkan pengembangan sektor swasta guna mendukung salah satu tujuan utama IFC yaitu menciptakan lapangan kerja," ujar Nena Stoiljkovic, Regional Vice President IFC untuk Asia & Pasifik.

[Gambas:Video CNN] (lav/agt)