Jokowi Prioritaskan Ekspor Industri Makanan dan Minuman

CNN Indonesia | Selasa, 19/02/2019 07:27 WIB
Jokowi Prioritaskan Ekspor Industri Makanan dan Minuman Presiden Jokowi menyebut pemerintah akan memprioritaskan ekspor industri makanan dan minuman dan siap memberikan dukungan pada industri tersebut. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Tangerang, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pemerintah akan memprioritaskan ekspor pada sektor industri makanan dan minuman. Hal tersebut sudah disampaikan Jokowi kepada Menteri Perindustrian Airlangga Hartato dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.

"Tadi juga sudah saya sampaikan ke Pak Menteri Perindustrian, Pak Menteri Perdagangan, industri makanan dan minuman menjadi prioritas karena growth (pertumbuhannya) tinggi," kata Jokowi usai meresmikan pelepasan kontainer ekspor produk PT Mayora Indah Tbk, di Kabupaten Tangerang, Banten, Senin (18/2).

Jokowi menyebut pertumbuhan industri makanan dan minuman saat ini mencapai 9 persen. Untuk itu, mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengaku pemerintah bakal memberikan dukungan kepada pelaku usaha makanan dan minuman.


"Sembilan persen growth (pertumbuhan) di makanan dan minuman, itu gede banget sehingga ini industri ini harus diberikan dukungan," ujarnya.


Menurut Jokowi, salah satu bentuk dukungan pemerintah adalah menyederhanakan regulasi terkait kebijakan ekspor. Selain itu, kata Jokowi regulasi soal investasi barang-barang yang terkait ekspor serta produk-produk substitusi impor juga diberikan kemudahan.

"Karena memang kuncinya di situ untuk memperbaiki neraca perdagangan kami, memperbaiki neraca transaksi kami," katanya.

Dalam sambutan sebelum melepas kontainer ekspor Mayora, Jokowi mengapresiasi perusahaan yang banyak memroduksi jenis makanan dan minuman itu. Menurutnya, produk Mayora adalah brand asli Indonesia yang berhasil memasukkan produknya ke 100 negara lebih.


"Saya setuju bahwa produk-produk yang diproduk Mayora adalah brand asli Indonesia yang menjajah hampir 100 lebih negara-negara lain. Menjajah dalam artian masuk ke pasar. Bukan kita dimasuki tapi kita memasuki," ujarnya.

Jokowi mengatakan ada dua hal utama dalam mewujudkan perekonomian negara yang sehat. Menurut calon presiden petahana itu masalah pertama adalah investasi yang luas dan kedua jumlah ekspor besar.

"Kalau ini bisa dikakukan ekonomi kami akan tumbuh dengan baik. Saya senang di sini ekspor lebih dari 2.000 kontainer per bulan dan hari ini alhamdulillah akan diekspor yang 250 ribu kontainer," pungkasnya. (fra/agi)