RUPSLB Taksi Express Batal untuk Kedua Kalinya

CNN Indonesia | Senin, 18/02/2019 17:39 WIB
RUPSLB Taksi Express Batal untuk Kedua Kalinya Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Express Transindo Utama Tbk  (Taksi Express) gagal terlaksana pada hari Senin (18/2). Kegagalan RUPSLB Taksi Express merupakan yang kedua kali, setelah RUPSLB sebelumnya yang rencananya digelar 8 Februari lalu batal.

RUPSLB sejatinya berlangsung di Jakarta Ballroom Hotel Ibis Harmoni, Jakarta Pusat hari ini dan dimulai pada pukul 15.00 WIB. Di dalam papan penggunaan ruangan ballroom hotel, tertulis bahwa ruangan disewa perusahaan antara pukul 14.30 WIB hingga 18.00 WIB.

Namun, pada pukul 16.00 WIB, satu per satu pemegang saham mulai meninggalkan ruangan. "Tidak memenuhi kuorum, jadi RUPSLB batal lagi," ungkap salah satu pemegang saham yang enggan disebutkan namanya di lokasi RUPSLB, Senin 918/2).


Direktur Keuangan dan Sekretaris Perusahaan Express Megawati Affan menuturkan, kali ini hanya 54 persen pemegang saham yang hadir pada RUPS kali ini. Kehadiran pemegang saham tersebut masih belum memenuhi kuorum yang ditetapkan, yakni minimal dua per tiga bagian dari jumlah seluruh saham dengan hak suara yang sah.


Batas kuorum ini diperlukan untuk membahas tiga mata acara RUPSLB. Pertama, persetujuan atas pelaksanaan Penambahan Modal Tanpa Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) dengan menerbitkan saham baru perseroan kepada pemegang obligasi perusahaan.

Pasalnya, sesuai keputusan Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) 2014 silam, utang obligasi perusahaan yang nilainya mencapai Rp1 triliun akan ditukarkan dengan saham baru dengan skema PMTHMETD dengan nilai nominal sebanyak-banyaknya Rp100 per saham.

Kemudian, batas kuorum itu juga diperlukan untuk menyetujui agenda kedua RUPSLB, yakni perubahan Pasal 4 Anggaran Dasar Perseroan terkait Perubahan Modal Dasar, Modal Ditempatkan, dan Modal Disetor. Lalu, batas kuorum juga diperlukan untuk menyetujui agenda ketiga, yakni persetujuan atas pengalihan, pelepasan, atau penjualan seluruh atau sebagian besar harta kekayaan perseroan.

"Tadi yang dibacakan notaris adalah 54 persen pemegang saham yang hadir, sehingga tidak memenuhi kuorum RUPSLB. Sedianya agenda masih membahas RUPSLB yang kemarin yang belum disetujui kemarin," ujar Megawati, Senin (18/2).


Karena gagal untuk kedua kalinya, perusahaan berencana untuk menyurati Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar bisa mengagendakan kembali RUPSLB ketiga kalinya. Ia mengatakan, saat ini surat masih dalam berbentuk draf dan sedianya akan dikirim dalam waktu dekat.

"Ini akan kami ajukan lagi suratnya, jadi kami mengikuti prosedur saja. Kapan tepatnya kami akan lakukan RUPSLB lagi, itu juga tunggu keputusan OJK," papar dia.

Persetujuan pemegang saham ini penting agar perusahaan bisa meningkatkan modal kerjanya. Maklum saja, laba perusahaan kini tertekan cukup dalam.

Mengutip laporan keuangan perusahaan per kuartal III 2018, taksi Express membukukan kerugian Rp537,96 miliar atau membengkak 155,47 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Bengkaknya kerugian perseroan lantaran pendapatan perusahaan turun dari Rp231,62 miliar menjadi hanya Rp187,02 miliar.

(glh/agt)