Kawasan Berikat dan Kemudahan Impor Hasilkan Pajak Rp85,49 T

CNN Indonesia | Senin, 18/02/2019 15:39 WIB
Kawasan Berikat dan Kemudahan Impor Hasilkan Pajak Rp85,49 T Ilustrasi kawasan berikat. (www.kbn.co.id)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ditjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan menyatakan keberadaan kawasan berikat dan pemberian Kemudahan Impor Tujuan Tertentu (KITE) telah memberikan dampak ekonomi besar terhadap penerimaan negara.

Berdasarkan hasil survei manfaat ekonomi yang dilakukan terhadap kedua fasilitas tersebut telah memberikan penerimaan pajak bagi pemerintah pusat Rp85,49 triliun dan daerah sebesar Rp5,11 triliun.

Dirjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi mengatakan dua fasilitas tersebut juga mendatangkan investasi  sampai dengan Rp178,17 triliun dan mendorong ekspor sampai dengan Rp780,83 triliun. Nilai tersebut setara dengan 34,37 persen ekspor nasional.



"Rasio ekspor terhadap impor yang menggunakan fasilitas kawasan berikat dan KITE sebesar 2,40. Artinya setiap US$1 bahan baku yang diimpor dengan kedua fasilitas tersebut telah menghasilkan nilai produk ekspor sebesar US$2,4," katanya dalam pernyataan yang dikeluarkan Senin (18/2).

Selain itu, keberadaan fasilitas kawasan berikat dan KITE juga telah menciptakan lapangan kerja bagi 1,95 juta orang. Sekitar 97 persen dari jumlah tenaga kerja terserap dari keberadaan kawasan berikat dan pemberian fasilitas KITE tersebut merupakan pekerja lokal. 

Heru menambahkan survei yang dilakukan kali ini hasilnya tidak jauh beda dengan sebelumnya. Pada survei pertama yang dilakukan Bea Cukai dengan BPS serta Badan Kebijakan Fiskal, keberadaan kawasan berikat dan KITE memang telah memberikan dampak besar ke ekonomi dalam negeri.



(sfr/agt)