Prabowo Tuduh Jokowi Serahkan Pengelolaan Pelabuhan ke Asing

CNN Indonesia | Minggu, 17/02/2019 22:28 WIB
Prabowo Tuduh Jokowi Serahkan Pengelolaan Pelabuhan ke Asing Calon Presiden Prabowo Subianto menuduh pengelolaan pelabuhan pada masa pemerintahan Jokowi banyak yang diserahkan ke asing. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon Presiden Prabowo Subianto dalam debat capres kedua menyatakan di era Jokowi pelabuhan banyak diserahkan kepada asing. Hal itu diungkapkan sebagai respon atas strategi Jokowi dalam memajukan sektor kemaritiman.

"Kami mengerti maritim sangat penting tetapi kami juga prihatin pelabuhan-pelabuhan di bawah pemerintahan bapak operasionalnya diserahkan kepada perusahaan asing," ujar Prabowo saat menghadiri debat capres kedua di Hotel Sultan Jakarta, Minggu (17/2).

Menurut Prabowo, menyerahkan operasional pelabuhan kepada perusahaan asing tidak tepat. Pasalnya, pelabuhan merupakan infrastruktur strategis. Sayangnya, Prabowo tak menyebutkan pelabuhan mana yang dimaksud.


"Kami prihatin hal yang begitu strategis kami izinkan perusahaan-perusahan asing," ujarnya.


Prabowo mengatakan di tengah penguasaan asing tersebut nelayan Indonesia justru hidup merana. Mereka banyak yang hidup di bawah garis kemiskinan. Banyak di antara nelayan tersebut yang tidak memiliki akses kepada teknologi, modal, dan kapal.

Prabowo menuduh pemerintah justru membuat peraturan yang membatasi gerak nelayan kecil untuk melaut. Namun, Prabowo tidak menyebutkan peraturan tersebut yang dimaksudnya tersebut.

Prabowo berjanji kalau terpilih menjadi presiden, ia akan hadir. Di bawah pemerintahannya, ia akan membuat BUMN khusus di bidang kelautan dan perikanan. Selain itu, Prabowo akan memberikan pelatihan kepada nelayan serta memberikan akses kepada peralatan dan modal agar kehidupan mereka lebih baik.

"Kami ingin mengendalikan tetapi kita harus memberdayakan nelayan yang miskin untuk bisa hidup dengan layak," ujarnya.


Jokowi sementara itu mengatakan di era pemerintahannya nelayan memiliki peluang besar untuk meningkatkan kesejahteraan. Pasalnya, di era pemerintahaannya kapal nelayan asing yang bebas mencuri ikan di dalam negeri di berantas dan ditangkapi.

Jokowi mengatakan berdasarkan data yang dimilikinya, sudah ada 7.000 kapal pencuri ikan yang ditangkap. Dari 7.000 tersebut, 488 kapal sudah ditenggelamkan.

"Itu memberikan kesempatan ke nelayan kita untuk mendapatkan ikan dan meningkatkan kesejahteraan mereka," katanya.



Tonton juga video: Bahas Maritim, Jokowi Sebut Laut Adalah Masa Depan

[Gambas:Video CNN]
(CTR)