Tarif Menumpang LRT Jabodebek Dibanderol Rp12 Ribu

CNN Indonesia | Jumat, 15/02/2019 17:20 WIB
Tarif Menumpang LRT Jabodebek Dibanderol Rp12 Ribu KAI, sejatinya, mematok tarif LRT Jabodebek sebesar Rp30 ribu. Namun, subsidi pemerintah sebesar Rp18 ribu, membuat masyarakat membayar lebih murah. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan tarif untuk moda transportasi Light Rail Transit (LRT) Jabodebek sebesar Rp12 ribu. Angka ini dipatok berdasarkan tarif keekonomian dan subsidi yang rencananya akan diberikan pemerintah.

Kepala Divisi LRT Jabodebek KAI John Roberto mengatakan tarif LRT sejatinya dibanderol Rp30 ribu jika menghitung berdasarkan tingkat keekonomian. Namun, rencananya pemerintah juga akan mensubsidi tarif LRT dengan besaran Rp18 ribu per tiket.

Kemudian, tarif LRT juga dihitung berdasarkan survei kemampuan membayar (willingness to pay) masyarakat. Adapun, willingness to pay adalah survei yang dilakukan untuk mengetahui batas biaya tertinggi yang mau dikeluarkan masyarakat untuk menggunakan satu barang atau jasa tertentu.


"Jadi pemerintah itu melihat sebetulnya masyarakat mampu Rp12 ribu, sehingga ditetapkan sejak awal bahwa itu Rp12 ribu," jelas John, Jumat (15/2).

Dengan tarif Rp12 ribu, ia berharap permintaan LRT juga bisa ikut menanjak. Dari kajian yang dilakukannya, tarif sebesar Rp12 ribu diharapkan bisa mendatangkan penumpang 500 ribu orang pada masa-masa puncak (peak hour) selama delapan jam sehari.

Dengan menyediakan enam gerbong untuk satu set rangkaian, ia juga yakin LRT bisa mengangkut 750 hingga 1.200 orang dalam sekali perjalanan.


Kemudian, ada kemungkinan tiket LRT nantinya bisa diintegrasikan dengan Kartu Multi Trip (KMT) bagi commuter line yang disediakan oleh PT Kereta Commuter Indonesia (KCI).

"Kami sudah bicarakan dengan KCI tentang hal itu, Pasti bisa, karena kami masih punya waktu kira-kira setahun sebelum LRT beroperasi di Maret 2021," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Institut Transportasi (Instran) Darmaningtyas berharap tarif lRT bisa mencapai Rp10 ribu sekali jalan agar permintaan LRT bisa meningkat. Dengan ini, ia berharap LRT Jabodebek tak bernasib serupa dengan LRT Palembang yang disinyalir sepi karena tarifnya yang mahal.


Namun, tarif Rp12 ribu sebetulnya sudah cukup optimal untuk mengangkut masyarakat dari kawasan satelit menuju Jakarta. Ia mencontohkan, sebagian besar penduduk Bekasi menuju Jakarta dengan menggunakan motor yang tentu punya biaya lebih besar dari Rp12 ribu.

Sehingga, penggunaan LRT ini dianggapnya cukup membuat kantong masyarakat aman. "Dan mungkin ke depan, LRT, MRT, dan commuter line ini satu sistem pembayaran saja," tandas dia.


(glh/bir)