Adhi Karya Harap KAI Setor Dana LRT Rp3 Triliun Maret 2019

CNN Indonesia | Sabtu, 16/02/2019 12:10 WIB
Adhi Karya Harap KAI Setor Dana LRT Rp3 Triliun Maret 2019 Ilustrasi LRT. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Adhi Karya (Persero) Tbk berharap bisa memperoleh pendanaan untuk proyek Light Rail transit (LRT) Jabodebek sebesar Rp3 triliun pada Maret 2019 dari PT Kereta Api Indonesia (Persero) Tbk.

KAI wajib menyerahkan dana kepada Adhi Karya karena ditunjuk pemerintah sebagai investor proyek LRT. Hal itu tercantum dalam addendum perjanjian percepatan LRT Jabodebek.

Hal ini pun sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 49 Tahun 2017 tentang Percepatan Penyelenggaraan LRT Terintegrasi di Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi.



Direktur Utama Adhi Karya Budi Harto menyebut perusahaan sudah menyerahkan tingkat penggunaan dana investasi senilai total Rp12 triliun kepada Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Saat ini, BPKP sedang memproses laporan Adhi Karya dan audit diharapkan segera rampung.

"Mudah-mudahan tidak lama pembayaran ini terjadi. Jadi kami harap bulan Maret sudah ada," jelas Budi, Jumat (15/2).

Dengan demikian, KAI wajib menyetorkan dana kepada Adhi Karya sesuai dengan tingkat pengerjaan (progress) LRT. Saat ini, Budi menyebut progress pembangunan LRT mencapai 58 persen dengan rincian progress relasi Cawang - Kuningan - Dukuh Atas sebesar 46,13 persen, Cawang - Bekasi Timur sebesar 52 persen, dan Cawang - Cibubur sebesar 78,45 persen.


"Di dalam menentukan progress ini kami menggunakan satu konsultan independen dari Jepang yang setiap bulannya menghitung tingkat pengerjaan dan kemudian mengonversikannya ke dalam rupiah sebelum nanti diserahkan kepada BPKP," terang dia

Pembayaran dari KAI ini disebutnya penting demi menunjang arus kas perusahaan. Terlebih, aset lancar berupa kas dan setara kas perusahaan cukup terkuras sepanjang tahun lalu. Mengutip laporan keuangan perseroan per kuartal III 2018, arus kas dan setara kas tercatat Rp1,5 triliun atau merosot 63,68 persen dibanding awal tahun yakni Rp4,13 triiun.

Pendanaan internal kian dibutuhkan lantaran perseroan telah menganggarkan belanja modal sebesar Rp4,5 triliun di tahun ini yang difokuskan untuk proyek selain LRT seperti proyek air, jalan tol Solo-Yogyakarta, hingga proyek kereta api lingkar Jakarta (loop line) yang bekerja sama dengan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dan PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk.


"Tapi pendanaan LRT dari sisi Adhi Karya kami sebut sudah aman, karena kami sudah mendapat dana publik Rp1,4 triliun dan suntikan pemerintah dalam bentuk Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp1,5 triliun pada 2015 silam," papar dia.

Sekadar informasi, LRT Jabodedek diharapkan bisa beroperasi pada Maret 2021. Adhi Karya sendiri menaksir nilai investasi LRT mencapai Rp22,83 triliun yang digunakan untuk pengerjaan jalur, stasiun dan depo, fasilitas operasi dan trackwork, beserta setoran Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10 persen dari nilai proyek. (glh/lav)