Fakta Anggaran Riset Indonesia yang Dikritik CEO Bukalapak

CNN Indonesia | Jumat, 15/02/2019 14:30 WIB
Fakta Anggaran Riset Indonesia yang Dikritik CEO Bukalapak CEO Bukalapak Achmad Zaki mengkritik pendanaan riset yang minim dan cita-cita pemerintahan untuk mewujudkan revolusi industri 4.0. (CNNIndonesia/Gito Yudha Pratomo).
Jakarta, CNN Indonesia -- CEO Bukalapak Achmad Zaki mengkritik pendanaan riset yang minim dan cita-cita pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait revolusi industri 4.0. Ia menyebut anggaran riset yang dikucurkan pemerintah pada 2016 hanya mencapai US$2 miliar, tertinggal dari sejumlah negara lainnya.

Jika mengacu kurs rupiah pada APBN 2016 sebesar Rp13.307 per dolar AS, maka anggaran riset yang disebut Zaki sebesar Rp26,61 triliun.

Hal itu disampaikan Zaky dalam cuitannya di Twitter pada Kamis (14/2) malam. Cuitan Zaki kemudian menuai banyak kritik lantaran di akhir cuitannya berharap presiden baru nanti mampu menaikkan anggaran tersebut.


Fakta Anggaran Riset Indonesia yang Dikritik CEO Buka Lapak (screenshot Twitter)

Banyak netizen yang kemudian ramai-ramai membantah data yang diungkap Zaki dengan sejumlah tabel data. Salah satu orang terkaya versi Majalah Globe Asia ini kemudian memilih untuk menghapus cuitannya. Ia pun menegaskan tujuan cuitan soal industri 4.0 adalah terkait dengan kebutuhan Indonesia untuk berinvestasi untuk riset dan sumber daya manusia.


Namun, berapa sebenarnya anggaran yang digelontorkan pemerintah untuk riset?

Dalam nota keuangan APBN 2019, pemerintah mengalokasikan anggaran untuk Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi sebesar Rp41,26 triliun pada tahun ini. Anggaran tersebut naik dibanding 2018 sebesar Rp39,87 triliun, 2017 sebesar Rp37,7 triliun, dan 2016 sebesar Rp37,67 triliun.

Dari total anggaran tersebut, anggaran untuk penguatan riset dan pengembangan pada tahun ini hanya dialokasikan Rp2,01 triliun, naik dari 2018 sebesar Rp1,84 triliun dan 2017 sebesar Rp1,5 triliun.


Selain pada Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, pemerintah sebenarnya juga mengalokasikan anggaran riset pada pos belanja Kementerian dan Lembaga lainnya. 

Presiden Joko Widodo sebelumnya pernah menyebut anggaran riset yang dikeluarkan pemerintah saat ini masih terpecah-pecah di berbagai Kementerian/Lembaga dan belum memberikan hasil yang signifikan. Tahun lalu, menurut Jokowi, total anggaran riset yang dilalokasikan pemerintah mencapai Rp24.9 triliun. Alokasinya tahun ini pun tak jauh berbeda.

Selain anggaran tersebut, pemerintah mulai tahun 2019 juga mengalokasikan dana abadi penelitian sebesar Rp990 miliar. Dana ini termasuk dalam anggaran pendididkan yang porsinya dialokasikan sebesar 20 persen dari APBN. (agi/agi)