Sri Mulyani Siapkan Strategi untuk Kembangkan Unicorn

CNN Indonesia | Senin, 18/02/2019 14:27 WIB
Sri Mulyani Siapkan Strategi untuk Kembangkan Unicorn Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan Kementerian Keuangan saat ini menyiapkan strategi untuk mendukung pengembangan unicorn. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan telah menyiapkan strategi untuk mendukung pengembangan unicorn di dalam negeri. Sebagai informasi, pengembangan unicorn merupakan salah satu pertanyaan yang dilontarkan Calon Presiden Joko Widodo saat mengikuti debat capres kedua melawan Calon Presiden Prabowo Subianto, Minggu (17/2) malam.

Perusahaan unicorn adalah perusahaan rintisan privat yang telah mengantongi nilai valuasi lebih dari US$1 miliar. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang baik merupakan fondasi untuk bisa mengembangkan lebih banyak unicorn di Indonesia.

Menurutnya Presiden Jokowi telah memerintahkan jajarannya untuk memperkuat fondasi tersebut. Jokowi ingin dukungan kepada pengembangan unicorn diberikan mulai dari hulu sampai ke hilir.


"Kami bisa melahirkan dari mulai Tokopedia, Bukalapak, Gojek, hingga Traveloka itu dari anak-anak yang kalau dilihat memiliki pendidikan tinggi" ujarnya ujar Sri Mulyani usai menghadiri sarasehan hasil survei manfaat ekonomi yang dihasilkan oleh fasilitas Kawasan Berikat dan Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) di Gedung Djuanda I Kemenkeu, Senin (18/7).


Sri Mulyani mengatakan saat ini pemerintah telah membuat investasi pada bidang SDM menjadi prioritas, tidak hanya dari sisi jumlah tetapi juga cara mengalokasikannya. 

Misalnya, untuk mendorong pendidikan tinggi perlu ada peningkatkan kualitas universitas. Karenanya, Kemenkeu telah berbicara dengan beberapa rektor universitas ternama untuk menjadikan universitas sebagai pusat pembangunan SDM.

"Vokasi dilakukan kemudian banyak sekali kerja sama yang dilakukan Indonesia dengan institusi yang dianggap memiliki kemampuan riset dan inovasi yang dilakukan oleh LPDP, Kementerian Dikti, universitas, maupun lembaga riset kita," ujarnya.

Selanjutnya, dari sisi riset dan pengembangan, Kemenkeu bersama Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi tengah merintis untuk mengidentifikasi jumlah anggaran riset, siapa yang melakukan, dan jenis risetnya. Dengan demikian, Kemenkeu bisa melakukan pemihakan di dalam belanja misalnya membentuk dana abadi (endowment fund) seperti yang dilakukan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).


"Sekarang kami sedang memikirkan, sesuai yang disampaikan Bapak Presiden, endowment fund dalam bidang riset dan pengembangan. Bentuknya seperti apa kami akan pikirkan," ujarnya.

Selain itu, Kemenkeu juga mendukung pembangunan dan pemerataan infrastruktur konektivitas di Indonesia misalnya proyek Palapa Ring. Karena anggaran yang terbatas, skema yang dilakukan menggunakan kerja sama pemerintah dan badan usaha.

Dengan demikian, unicorn tidak hanya muncul di Jawa tetapi juga bisa berasal dari daerah lain berkat konektivitas yang kualitasnya setara. "Kemarin disampaikan Bapak Presiden, agar ini bisa merata, infrastruktur konektivitas ekonomi digital itu harus dilakukan," ujarnya.

Di sektor perpajakan,Kemenkeu bersama-sama industri akan melihat kebutuhan dari pelaku. "Apakah darisisifasilitasnya, bagaimana bentuk support yang mereka butuhkan," ujarnya.
Sri Mulyani mengingatkan capaian Indonesia dalam menghasilkan sejumlah unicorn tak lepas dari ekosistem yang mendukung. "Kalau ekosistem diperbaiki, mungkin kita akan lebih banyak lagi mendapatkan pengalaman unicorn yang lain," ujarnya.

(sfr/agt)