PGN Bakal Gelontorkan Rp12 T Bangun 4,7 Juta Jaringan Gas

CNN Indonesia | Selasa, 12/02/2019 18:20 WIB
PGN Bakal Gelontorkan Rp12 T Bangun 4,7 Juta Jaringan Gas Ilustrasi pembangunan jaringan gas. (ANTARA FOTO/Risky Andrianto)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Perusahaan Gas Negara Tbk atau PGN berencana mengucurkan dana sebesar Rp12 triliun guna membangun 4,7 juta sambungan jaringan gas (jargas) hingga 2025 mendatang.

Direktur Utama PGN Gigih Prakoso menjelaskan proyek pembangunan 4,7 juta jaringan gas tersebut, menurut dia, merupakan penugasan langsung dari pemerintah. Hal itu tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 6 Tahun 2019 tentang Penyediaan dan Pendistribusian Gas Bumi untuk Rumah Tangga dan Pelanggan Kecil.

Tahun ini, menurut dia, perusahaan menargetkan dapat membangun 800 ribu jaringan gas terlebih dahulu. Sumber dana rencananya berasal dari kantong pemerintah dan perusahaan.



"Jadi kombinasi, ada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), dana sendiri, pinjaman, dan (kerja sama dengan) mitra kerja," ucap Gigih, Selasa (12/2).

Kendati demikian Gigih mengaku belum tahu pasti berapa porsi yang akan digelontorkan pemerintah dan total dana yang harus dikeluarkan dari kas perusahaan. Dengan demikian, ia mengaku belum menghitung kebutuhan pinjaman perbankan.

Dari sisi pembangunannya, menurut Gigit, pembangunan jaringan gas akan menyasar Pulau Jawa, Sumatra, dan Kalimantan. Sejauh ini pembangunannya sudah mencapai 400 ribu jaringan gas. Dengan target 800 ribu jaringan gas tahun ini, total jaringan gas yang tersambung nantinya dapat mencapai 1,2 juta jaringan gas.


"Tapi itu masih hitungan kasar ya," imbuh Gigih.

Secara keseluruhan perusahaan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$400 juta atau setara dengan Rp5,6 triliun (kurs Rp14 ribu per dolar Amerika Serikat). Belanja modal ini tanpa memperhitungkan proyek penugasan pemerintah berupa pembangunan 800 ribu jaringan gas tadi.

"Turun dari tahun lalu (US$500 juta) karena sebagian besar sudah kami selesaikan pipa-pipa, jadi sekarang tinggal menambah saja. Tapi kalau jaringan gas (penugasan) masuk jadi tambah lagi," jelas Gigih. (agi)