Respons Darmin soal Tudingan Anggaran Bocor Rp500 T per Tahun

CNN Indonesia | Kamis, 07/02/2019 11:57 WIB
Respons Darmin soal Tudingan Anggaran Bocor Rp500 T per Tahun Menko Perekonomian Darmin Nasution mengaku tak paham dari mana Calon Presiden Prabowo Subianto memperoleh data kebocoran anggaran Rp500 triliun per tahun. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengaku tak tahu menahu soal tudingan yang dilemparkan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mengenai kebocoran anggaran pemerintah sekitar Rp500 triliun per tahun.

Menurutnya, ia tak pernah mendengar ada kebocoran anggaran pemerintah sampai sebegitu besarnya. Dengan kisaran Rp500 triliun, maka kebocoran yang terjadi berarti sekitar 22-25 persen per tahun.

Darmin pun mengaku tak paham dari mana sumber data yang digunakan calon presiden dari kubu oposisi itu. "Saya tidak tahu, itu perkiraan (dia) kali. Tapi ya sudahlah, komentar politisi saya tidak bisa (tanggapi)," ucap Darmin di kantornya, Rabu (6/2) malam.



Sebelumnya, Prabowo mengatakan pembangunan Indonesia seharusnya dinikmati oleh seluruh masyarakat. Namun nyatanya, anggaran yang disusun pemerintah setiap tahunnya justru bocor dan dikorupsi.

Berdasarkan data yang dikantonginya, setidaknya ada kebocoran anggaran akibat penambahan besaran jumlah alokasi dana (mark up) sekitar Rp500 triliun per tahun.

"Dari Rp2.000 triliun (anggaran pemerintah), hampir Rp500 triliun yang bocor. Uang ini hilang," ujarnya di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Sementara pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018, realisasi belanja pemerintah mencapai Rp2.202,2 triliun per 2 Januari 2019. Realisasi tersebut mencapai 99,2 persen dari target Rp2.220,7 triliun.


Realisasi tersebut merupakan yang tertinggi dari beberapa tahun sebelumnya pada pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Tercatat, realisasi belanja negara hanya Rp2.001,6 triliun atau 93,8 persen dari target pada 2017.

Lalu, pada 2016 sebesar Rp1.859,46 triliun atau 89,3 persen dari target. Begitu pula dengan 2015 sebesar Rp1.810 triliun atau 91,2 persen dari target dan 2014 senilai Rp1.764 triliun atau 94 persen dari target.

"Belanja negara dapat dikatakan efektif dan efisien di tengah berbagai dinamika, seperti fluktuasi nilai tukar rupiah dan penanganan bencana alam di beberapa daerah. Tapi pemerintah juga berhasil melaksanakan beberapa event bertaraf internasional," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (uli/agi)