Asian Games dan Pemilu Turut Topang Ekonomi 2018

CNN Indonesia | Kamis, 07/02/2019 06:24 WIB
Asian Games dan Pemilu Turut Topang Ekonomi 2018 Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. (CNNIndonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan penyelenggaraan beberapa acara bertaraf internasional di Indonesia beberapa waktu lalu hingga kampanye Pemilu dan Pilpres 2019 turut menopang ekonomi dalam negeri. Pelaksanaan kegiatan tersebut turut mendorong ekonomi tumbuh di level 5,17 persen pada 2018 kemarin.

Sebagai informasi, masa kampanye Pemilu 2019 dan Pilpres 2019 dimulai sejak 23 September 2018 hingga 13 April 2019. Sementara untuk acara internasional, Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games pada 18 Agustus-2 September 2018, Asian Para Games pada 6-13 Oktober 2018, hingga pertemuan tahunan IMF pada 12-14 Oktober 2018.

"Dampak IMF, Asian Games, Asian Para Games itu masuk ke jasa ekspor dan itu memang meningkat, khususnya pada ekonomi di kuartal IV 2018," ucap Kepala BPS Suhariyanto di kantornya, Rabu (6/2).


Berdasarkan data lembaga statistik itu, ekspor barang dan jasa tumbuh 4,33 persen pada 2018. Kinerja tersebut tercermin dari ekspor barang sebesar 4,18 persen dan ekspor jasa 5,64 persen.


Kontribusi ketiga acara besar itu terbaca di ekspor jasa. Sedangkan kontribusi kampanye Pemilu 2019 tercermin pada pertumbuhan indikator konsumsi Lembaga Non Profit yang melayani Rumah Tangga (LNPRT). Indikator itu tumbuh 9,08 persen sepanjang tahun lalu.

Sementara pada kuartal IV 2018 tumbuh 10,79 persen. "Setiap mendekati Pemilu, ada banyak pertemuan partai politik, kampanye, safari politik, dan bisa dipastikan pada kuartal I 2019 ini masih bergerak. Soalnya pemilihan baru dilakukan pada 17 April 2019," jelasnya.

Kendati begitu memang secara porsi, sumbangan pertumbuhan dari acara internasional hingga Pemilu tidak sebesar indikator konsumsi rumah tangga yang masih menjadi tulang punggung perekonomian tanah air.

Tercatat, porsi pertumbuhan dari ekspor barang dan jasa sebesar 20,97 persen kepada perekonomian. Sementara LNPRT hanya menyumbang 1,22 persen. Sedangkan konsumsi rumah tangga mencapai 55,74 persen, meski laju pertumbuhannya hanya 5,05 persen pada 2018.

Sisanya, ekonomi disumbang oleh indikator Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi sebesar 32,29 persen dan konsumsi pemerintah 8,98 persen.

(uli/agt)