Sri Mulyani Balas Tuduhan Prabowo soal Menteri Pencetak Utang

Christine Novita Nababan, CNN Indonesia | Jumat, 01/02/2019 19:57 WIB
Sri Mulyani Balas Tuduhan Prabowo soal Menteri Pencetak Utang Menteri Keuangan Sri Mulyani menjabarkan hasil kerjanya dalam membangun Indonesia, sembari mempertanyakan kerja Capres Prabowo Subianto. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Keuangan Sri Mulyani angkat suara terkait tudingan Calon Presiden Prabowo Subianto yang menyebut dirinya sebagai 'menteri pencetak utang.' Menurut Ani, panggilan akrab Sri Mulyani, utang yang dihasilkan pemerintahan telah membangun ribuan kilometer jalan raya, tol, dan jembatan.

Bersama pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla, serta jajaran menteri lainnya, ia mengatakan telah menggelontorkan subsidi meringankan beban hidup 10 juta keluarga miskin, menyediakan bantuan pangan 15 juta keluarga miskin, termasuk menyekolahkan 20 juta anak miskin.

"Kalau kamu menuduh aku menteri pencetak utang, kami bekerja siang malam memberi jaminan agar 96,8 juta rakyat terlindungi dan tetap sehat. Merawat ratusan ribu sekolah dan madrasah agar mampu memberi bekal ilmu dan taqwa, memberi 472 ribu mahasiswa menerima beasiswa," ujarnya dalam laman Facebook-nya, Jumat (1/2).



Tidak hanya itu, ia dan para pembantu Jokowi-JK juga mengklaim 74.953 desa mampu membangun membasmi kemiskinan, 8.212 kelurahan terbantu untuk melayani rakyat lebih baik.


Bahkan, Ani melanjutkan triliun-an rupiah tersedia untuk membantu saudara-saudara se-Tanah Air yang terkena bencana untuk kembali membangun kehidupannya.

"Dan masih banyak lagi yang aku mau ceritakan padamu agar engkau TIDAK LUPA. Karena itu adalah cerita tentang kita MEMBANGUN INDONESIA," imbuh dia.


Bagi Ani, perjuangan membangun Indonesia adalah memenuhi panggilan ibu pertiwi. Meskipun ia perempuan, ia mengklaim tak akan surut demi kecintaannya terhadap Indonesia, demi memberikan yang terbaik.

"Aku dan 76 ribu jajaran di Kementerian Keuangan adalah kami. Kami tidak pernah lelah mencintai dan membangun Indonesia. Bagaimana engkau?" tegas Ani bertanya balik.

Sebelumnya, Prabowo sempat melontarkan kritik keras terkait utang Indonesia yang menumpuk dengan menyebut Menteri Keuangan Sri Mulyani sebagai menteri pencetak utang.


"Kalau menurut saya, jangan disebut lagi lah ada Menteri Keuangan. Mungkin, menteri pencetak utang," kata Prabowo pada Sabtu (26/1).

Ekonom Universitas Indonesia (UI) Fithra Faisal sempat menilai wajar serangan Prabowo karena disampaikan pada masa kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. "Itu gimmick saja, bukan personal. Ini saja saja, toh semua kandidat politik biasanya begitu. Di negara lain pun begitu," terang dia.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah bilang, seharusnya, kritik utang tidak hanya disampaikan kepada pemerintahan Jokowi. Sebab, penyusunan APBN tidak dilakukan pemerintah seorang diri, melainkan juga DPR. "Kritik kepada pemerintah terkait utang ini tidak tepat. Utang dalah perwujudan APBN yang diputuskan oleh pemerintah dan DPR," tandasnya. (bir)