Kemenperin Targetkan Industri Nonmigas Tumbuh 5,57 Persen

CNN Indonesia | Jumat, 01/02/2019 11:17 WIB
Kemenperin Targetkan Industri Nonmigas Tumbuh 5,57 Persen Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan pertumbuhan industri nonmigas tahun ini bisa mencapai 5,57 persen. Staf Ahli Menteri Bidang Peningkatan Penggunaan Produk Domestik Dalam Negeri Kementerian Perindustrian Imam Haryono menyatakan target tersebut sedikit di atas pertumbuhan ekonomi 2019 yang dipatok 5,3 persen.

Pertumbuhan diharapkan bisa ditopang oleh industri makanan dan minuman yang bisa tumbuh sebesar 9,86 persen, mesin dan perlengkapan 7 persen, tekstil dan pakaian jadi 5,61 persen, kulit, barang dari kulit, alas kaki 5,40 persen, dan barang logam, elektronika, komputer sebesar 3,81 persen.

"Dengan asumsi pertumbuhan ekonomi 5,3 persen, kami bisa proyeksikan sebesar 5,57 persen," terang Imam dalam acara Outlook Ekonomi dan Industri 2019, Kamis (31/1).



Untuk mencapai target tersebut, Imam mengatakan Kemenperin menerapkan beberapa kebijakan, seperti; merevitalisasi sektor manufaktur Indonesia melalui "Making Indonesia 4.0", menguatkan sumber daya manusia (SDM) dengan pendidikan vokasi industri, menggengacarkan pengembangan kawasan dan sentra industri, dan pengembangan 5.000 wirausaha baru industri kecil menengah (IKM) elektronik (E-Smart IKM).

"Making Indonesia 4.0 akan merevatilisasi industri Indonesia yang merupakan salah satu program lintas nasional dalam mempercepat pencapaian bahwa Indonesia menjadi atau masuk 10 ekonomi terbesar dunia di tahun 2020," tambahnya.

Ekonom Senior Bank Mandiri Andry Asmoro menyatakan bahwa target pertumbuhan yang ditetapkan Kementerian Perindustrian bisa tercapai jika didukung oleh pengusaha. "Kalau kita konsisten dengan kebijakan yang ada dan dimanfaatkan oleh pengusaha, itu harusnya bisa menopang pertumbuhan industri manufaktur," terang Andry.


Industri pengolahan nonmigas pada 2018 memberikan kontribusi besar terhadap PDB sebesar 17,66 persen. Sementara itu, industri pengolahan migas hanya 2,23 persen.

Angka tersebut didapat dengan sumbangan dari industri makanan dan minuman sebanyak 6,34 persen, kimia 2,98 persen, barang logam, komputer, barang elektronika, mesin dan perlengkapan sebesar 2,16 persen, alat angkutan 1,86 persen, termasuk tekstil dan pakaian jadi 1,13 persen.

Nilai Produk Domestik Bruto (PDB) industri pengolahan nonmigas juga mengalami peningkatan dalam periode 2015-2018 dari Rp2.098,1 Triliun menjadi Rp2.555,8 Triliun.

(rim/agt)