Aprindo: 95 Persen Peritel Beralih ke Jualan Online

CNN Indonesia | Selasa, 29/01/2019 15:27 WIB
Aprindo: 95 Persen Peritel Beralih ke Jualan Online Ilustrasi. (CNN Indonesia/Dinda Audriene Muthmainah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menyatakan saat ini memiliki sekitar 600 anggota. Dari jumlah anggota tersebut, 95 persen di antaranya saat ini bertransformasi dalam menjual produk mereka dari yang semula dilakukan secara konvensional menjadi daring atau online.

Ketua Aprindo Roy Mandey mengatakan transformasi dilakukan untuk mendukung bisnis mereka di era digitalisasi seperti sekarang ini. "Sekitar 600 anggota tersebut memiliki 40 ribu toko fisik," katanya seperti dikutip dari Antara, Selasa (29/1).

Roy mengatakan 5 persen anggota Aprindo sisanya, saat ini masih bertahan dan tak mau bertransformasi. Mereka merupakan pemain lokal yang tumbuh dan berkembang dengan toko fisik.


Anggota tersebut tak mau bertransformasi karena masih optimis dengan kinerja mereka di era digitalisasi. "Sebenarnya selalu kami yakinkan mereka untuk tidak hanya punya toko offline tapi juga punya online," katanya.


Sebagai informasi, belakangan ini beberapa pengusaha ritel yang menutup gerai mereka seiring dengan lesunya bisnis. Salah satunya, PT Hero Supermarket. 

Corporate Affairs GM Hero Supermarket Tony Mampuk beberapa waktu lalu mengatakan setidaknya 26 gerai Hero yang ditutup akibat lesunya bisnis. Selain Hero, penutupan juga dilakukan PT Central Retail atas toko ritel mereka Central Neo Soho.

Public Relations Department Manager Central Retail Indonesia Dimas Wisnu Wardana mengatakan penutupan dilakukan karena perubahan budaya berbelanja masyarakat Indonesia.


Masyarakat Indonesia saat ini sudah menggeser pola belanja dari sebelumnya dilakukan secara konvensional ke sistem daring (online). Perubahan pola belanja tersebut membuat operasional di gerai Central Department Store Neo Soho berjalan berat sejak berdiri 2016 lalu.

Roy mengatakan perubahan teknologi memang tidak bisa dihindari  oleh dunia usaha. Oleh karena itulah agar tidak tergerus teknologi, pengusaha harus mengikuti tren. 

Digitalisasi dinilai dapat mendongkrak pertumbuhan atau pencapaian target pendapatan ritel. 



(Antara/agt)