Pengunjung Plaza Semanggi Kian Sepi Alasan Centro Tutup Lapak

CNN Indonesia | Senin, 28/01/2019 20:00 WIB
Pengunjung Plaza Semanggi Kian Sepi Alasan Centro Tutup Lapak Ilustrasi gerai Centro. (centro.co.id)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Tozy Sentosa, pengelola Centro Department Store mengaku terpaksa menutup gerainya di Plaza Semanggi sejak akhir tahun lalu. Penutupan gerai dilakukan akibat turunnya jumlah pengunjung di pusat perbelanjaan tersebut.

Gerai Plaza Semanggi merupakan gerai pertama Centro yang dibuka pada 2004 atau sejak pusat perbelanjaan tersebut beroperasi. Pada 2011, sebuah grup pusat perbelanjaan asal Malaysia, Parkson Retail Asia Limited mengambil alih Centro melalui akuisisi PT Tozy Sentosa.

Senior Manager Advertising and Promotions PT Tozy Sentosa Pelly Sianova menjelaskan penutupan gerai dilakukan karena jumlah pengunjung Plaza Semanggi yang kian sepi.


Menurut dia, Plaza Semanggi dulunya merupakan salah satu pusat perbelanjaan yang lokasinya strategis. Namun, seiring dengan aturan lalu lintas seperti pengalihan jalur dan regulasi three in one menyebabkan akses ke Plaza Semanggi semakin sulit.


"Akhirnya orang memilih tidak ke Plaza Semanngi, apalagi banyak kompetitor lain yang lokasinya berdekatan dan lebih strategis," jelas Pelly kepada CNNIndonesia.com, Senin (28/1

Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, pihak Tozy Sentosa sebagai pengelola memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak gerai di Plaza Semanggi. Menurut Pelly, Centro adalah salah satu tenan yang bertahan cukup lama di Plaza Semanggi seiring penurunan tingkat pengunjung di pusat perbelanjaan milik Lippo Group tersebut.

"Sedangkan tenan lain banyak yang sudah tutup atau diganti tenan lain," paparnya.

Kendati demikian, Pelly meyakinkan bahwa penutupan gerai Centro di Plaza Semanggi tidak dipengaruhi oleh faktor turunnya daya beli masyarakat. Hal ini terlihat dari antusiasme pengunjung saat diadakan diskon tahu baru atau hari raya.


"Kami mau tutup jam 12 malam, pintu sudah ditutup setengah saja orang masih mau belanja. Jadi artinya, mereka cukup antusias untuk membeli. Tapi untuk hari tertentu mereka harus ke Plaza Semanggi dengan usaha lebih, jadi orang kesannya malas untuk sampai ke sana," jelasnya.

Saat ini, PT Tozy Sentosa mengelola dua pusat perbelanjaan, yaitu Centro Department Store dan Parkson Department Store. Total terdapat 15 gerai yang dikelola perseroan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak enam gerai berada di Jabotabek, yaitu satu gerai Parkson Department Store di Lippo Mall Puri, St. Moritz dan lima gerai Centro Department Store yang terletak di Bintaro Jaya Xchange Mall, Grand Metropolitan Mall, Bekasi, Summarecon Mall Serpong, Margonda City Depok, dan Pesona Square Depok. Pelly mengatakan perseroan mulai fokus untuk ekspansi ke luar Jabodedebk, bahkan luar Pulau Jawa.

"Misalnya di daerah sub urban salah satunya di Pesona Square di Depok, padahal di Depok kami sudah punya store di Margonda City. Sebab, hunian yang tingkat penduduknya cukup padat dari sisi traffic jauh lebih menjanjikan," pungkasnya. (ulf/agi)