Kementan Siapkan 900 Ribu Mesin Pengering Jelang Panen Beras

CNN Indonesia | Rabu, 23/01/2019 12:23 WIB
Kementan Siapkan 900 Ribu Mesin Pengering Jelang Panen Beras Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Idhad Zakaria).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Pertanian (Kementan) mengaku menyiapkan sebanyak 900 ribu unit dryer (mesin pengering) untuk jagung dan beras menjelang musim panen pada Februari hingga April 2019. Tujuannya, agar kedua komoditas bertahan lama menghadapi masa paceklik pada Oktober mendatang, sehingga harga tetap stabil.

"Kementan siapkan 900 ribu dryer atas perintah presiden untuk jagung dan beras, tapi kami fokus ke jagung," terang Menteri Pertanian Amran Sulaiman usai Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Pembahasan Jagung di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Selasa (22/1).

Dengan langkah antisipasi masa paceklik tersebut, harga jagung diharapkan bisa lebih murah lagi. Saat ini, harga jagung di petani sudah mencapai Rp4 ribu per kg. Padahal menurut Peraturan Menteri Perdagangan (Mendag) No. 96 Tahun 2018, Harga Eceran Tertinggi (HET) berkisar Rp2.500-Rp3.150 per kilogram (kg).



Nantinya, jagung akan disimpan di gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) dan akan diserap sesuai dengan Harga Pokok Pembelian Bulog. Bulog belum memastikan volume komoditas yang akan diserap. Namun yang pasti, petani diusahakan tidak merugi dan peternak bisa membeli jagung dengan harga yang murah.

Direktur Utama Bulog Budi Waseso menambahkan pihaknya juga akan menyerap komoditas dari beberapa wilayah sesuai pola panen dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Pertanian.

"Kita sudah petakan diantaranya Garut, Jawa Barat, Tasik, Ciamis, Jawa Timur dan Jawa Tengah," terang Budi, Selasa (11/1).


Nantinya, Bulog juga akan menyalurkan jagung kepada peternak dan pengusaha pakan. Hal tersebut dilakukan demi menjaga kelangkaan dan kenaikan harga jagung yang selama ini dikeluhkan peternak.

Sebelumnya, pengusaha pakan ternak memang mengeluhkan harga jagung yang masih tinggi meski pemerintah sudah membuka keran impor sebanyak 100 ribu ton tahun lalu. Saat ini, harga jagung disebut masih berada di atas Rp5.000 per kg.

Dewan Pembina Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT) Sudirman mengeluhkan jumlah pasokan jagung yang minim. Ia menyebut pasokan saat ini tetap belum bisa memenuhi kebutuhan jagung pabrik pakan sekitar 800 ribu ton per bulan.


Kondisi ini membuat harga komoditas yang diterima kalangan industri masih cukup tinggi, yaitu di kisaran Rp5.800-5.900 per kg untuk kawasan Jawa Timur. Sementara untuk kawasan Banten, harga jagung bisa mencapai Rp6.000 per kg. (rim/lav)