Bandara Kulon Progo Beroperasi Sebagian April 2019

CNN Indonesia | Senin, 21/01/2019 12:10 WIB
Bandara Kulon Progo Beroperasi Sebagian April 2019 Menko Perekonomian Darmin Nasution mengatakan Bandara Kulon Progo akan dioperasikan sebagian April 2019 ini. (Dok. Kementerian Perekonomian).
Yogyakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) yang berada di Kabupaten Kulon Progo sudah bisa beroperasi sebagian pada April 2019. Namun, pada tahap awal, NYIA hanya akan dioperasikan untuk penerbangan internasional terlebih dulu.

Darmin beralasan saat ini penerbangan internasional yang langsung ke Yogyakarta baru terbatas dari Malaysia dan Singapura saja. Frekuensi penerbangan dari dua lokasi itu pun juga tidak optimal lantaran kapasitas Bandara Adisutjipto juga terbatas dan hanya bisa menerima pesawat berbadan kecil (narrow body).

Dengan hadirnya NYIA, ia berharap maskapai internasional dengan pesawat berbadan besar bisa langsung terbang ke Yogyakarta.


"Selama ini penerbangan internasional ke Yogyakarta ini ada dua, Malaysia dan Singapura. Ke depan, kita tentu berharap lebih. Bandara ini bisa menggunakan pesawat berbadan lebar ke sini, sehingga bisa dari China dan India," ujar Darmin di Kompleks NYIA, Sabtu (19/1).


Ia mengatakan, biasanya penerbangan internasional yang menuju Yogyakarta harus transit dulu di Bali atau Jakarta. Menurut dia, hal itu kurang efektif dalam menjaring wisatawan internasional untuk mampir ke Yogyakarta. Sebab menurutnya, hanya segelintir wisatawan asing yang mau melanjutkan penerbangan ke Yogyakarta dari dua kota tersebut.

Maka dari itu, ia sangat optimistis hadirnya bandara baru ini bisa melipatgandakan jumlah turis internasional  ke Yogyakarta dan Indonesia. Maklum, landasan pacu (runway) Bandara NYIA bisa menampung pesawat besar seperti Boeing 777 dan Airbus 380.

Pada April nanti, panjang landasan pacu yang terealisasi mencapai 3.250 meter atau lebih panjang dibanding Bandara Adisutjipto yang hanya 2.200 meter. Sementara itu, luas terminal yang melayani penerbangan internasional pada April nanti diharapkan bisa mencapai 12.920 meter persegi.

"Bahwa memang ada yang belum selesai seperti kereta api bandara. Tapi yang dibilang proyek sisi udara dan sisi daratnya akan selesai. Yang namanya proyek ini kan seperti itu," imbuh Darmin.


Mantan Gubernur Bank Indonesia ini melanjutkan, NYIA akan beroperasi penuh pada akhir 2019 atau lebih cepat dari jadwal Juli 2020. Setelah itu, tak hanya penerbangan internasional, NYIA bisa digunakan untuk penerbangan domestik.

Jika rampung nanti, NYIA akan memiliki luas terminal 210 ribu meter persegi atau 12 kali lipat dari Bandara Adisutjipto yang hanya 17.136 meter persegi. Diharapkan, NYIA juga bisa menampung 14 juta penumpang setiap tahunnya.

"Adisutjipto rencananya tetap masih dipakai juga katanya. Kalau misalnya penerbangan dari Singapura dan Malaysia, bisa masih di sana, bisa dipindah ke bandara baru ini. Yang penting pilihannya terbuka," pungkas Darmin.

Bandara NYIA merupakan satu dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tercantum di dalam Peraturan Presiden Nomor 57 Tahun 2018 tentang Percepatan Proyek Strategis Nasional. Pada April nanti, tingkat kemajuan proyek ini bisa mencapai 50,29 persen.

(glh/agt)