Jokowi Sebut Tol Trans Jawa Terlalu Nyaman

CNN Indonesia | Kamis, 20/12/2018 20:17 WIB
Jokowi Sebut Tol Trans Jawa Terlalu Nyaman Presiden Jokowi menyatakan Tol Trans Jawa nyaman untuk dilewati. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Kendal, CNN Indonesia -- Presiden Jokowi Kamis (20/12) ini mencoba Tol Trans Jawa sepanjang 349 kilometer antara Surabaya-Semarang. Dalam uji coba tersebut, Jokowi menilai Tol Trans Jawa cukup mulus.

Karena kemulusan tersebut, dalam perjalanan selama kurang lebih tujuh jam, Jokowi sempat tertidur. "Karena mulus, di bus saya tidur. Nyaman sekali," katanya  di Kendal, Jawa Tengah, Kamis (20/12).

Meskipun mulus dan nyaman, Jokowi tetap memberikan peringatan kepada masyarakat yang akan menggunakan tol tersebut.  Ia memperingatkan masyarakat selalu waspada dengan kemulusan tersebut.


Kewaspadaan penting dimiliki agar masyarakat tidak terlena dan memacu kecepatan kendaraannya di luar batas sehingga nantinya malah membahayakan keselamatan.


"Saya pesan itu saja, karena terlalu mulus dan kecepatan 90 hingga 100 km per jam saja sudah seperti itu. Tidak terasa sama sekali, artinya justru hati-hari. Jangan sampai supir, pengendara telalu cepat menjalankan kendaraannya," ujar mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

Selain menjajal Tol Trans Jawa, Kamis ini Jokowi juga meresmikan tiga tol Trans Jawa yang berada di Jawa Tengah; ruas Pemalang-Batang sepanjang 34 km, Batang-Semarang 75 km, dan Salatiga-Kertasura sepanjang 33 km.

Jokowi juga meresmikan empat ruas tol Trans Jawa di Jawa Timur yang terdiri dari ruas Ngawi-Kertosono segmen Wilangan-Kertosono sepanjang 37,9 km, ruas Jombang - Mojokerto seksi Bandar-Kertosono sepanjang 900 meter, relokasi Jalan Tol Porong-Gempol sejauh 6,3 km, dan Jalan Tol Gempol-Pasuruan seksi Pasuruan - Grati sejauh 13,65 km.


Dengan peresmian tersebut, 
Trans Jawa sudah tersambung dari Merak menuju Grati sampai saat ini sudah sepanjang 950 km. Jokowi berharap kehadiran tol tersebut nantinya bisa memberikan pilihan kepada masyarakat.

"Silakan lewat Trans Jawa, silahkan lewat jalan nasional, karena kami ingin dibangunnya jalan ini mobilitas barang, mobilitas logistik, dan orang jadi lebih cepat lagi. Lebih cepat, lebih mudah, lebih murah," tuturnya.
(glh/agt)