Apindo Sebut Realisasi Ekonomi Kuartal III Sesuai Ekspektasi

CNN Indonesia | Selasa, 06/11/2018 14:25 WIB
Apindo Sebut Realisasi Ekonomi Kuartal III Sesuai Ekspektasi Ketua Umum Apindo Hariyadi Sukamdani mengklaim perlambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia sejalan dengan turunnya realisasi investasi kuartal III 2018. (CNN Indonesia/Yuliyanna Fauzi).
Jakarta, CNN Indonesia -- Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengklaim realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal III 2018 sebesar 5,17 persen sudah sesuai dengan ekspektasi awal. Sejumlah pengusaha yang bergabung dalam Apindo meramalkan pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun ini maksimal 5,2 persen.

Ekonomi Indonesia pada kuartal III 2018 terbilang melambat dibanding kuartal II 2018 yang mencapai 5,27 persen. Namun, tetap lebih tinggi dari kuartal III 2017 yang hanya 5,06 persen.

Ketua Umum Apindo Hariyadi Sukamdani mengklaim perlambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia sejalan dengan turunnya realisasi investasi kuartal III 2018. Catatan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menunjukkan investasi turun 1,6 persen menjadi Rp173,8 triliun per kuartal III 2018 dibanding kuartal III 2017 sebesar Rp176,6 triliun.



"Investasi dari luar memang banyak yang menunda melihat ekonomi Indonesia, kalau dari dalam negeri macam-macam salah satunya daya beli masyarakat," ujar Hariyadi kepada CNNIndonesia.com, Selasa (6/11).

Terbukti, konsumsi rumah tangga pada kuartal III 2018 hanya tumbuh 5,01 persen. Angka itu lebih kecil dibandingkan dengan tingkat konsumsi rumah tangga yang naik sampai 5,14 persen. Walaupun secara persentase turun, tetapi kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal III 2018 tetap paling besar, yakni 55,26 persen.

"Daya beli masyarakat juga kan belum stabil, untuk menengah bawah sampai atas belum stabil," tutur Hariyadi.


Kendati demikian, ia menyebut kondisi pertumbuhan ekonomi dalam negeri tak membuat pengusaha dalam negeri khawatir. Hal ini karena realisasinya masih dalam batas prediksi Apindo, di atas lima persen.

Senada, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Perdagangan Benny Soetrisno mengatakan pertumbuhan ekonomi kuartal III 2018 tak membuat pengusaha atau investor takut mengembangkan usahanya di dalam negeri. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi kuartal III 2018 sudah hampir mendekati ekspektasi Kadin.

Namun, ia tak menampik jika pertumbuhan ekonomi seharusnya lebih disumbang oleh industri atau lapangan usaha dibandingkan dengan konsumsi. Sebab, komponen utama pertumbuhan ekonomi masih dari tingkat konsumsi masyarakat.


"Pertumbuhan masih didominasi konsumsi, saran sebaiknya meningkatkan industri," jelas Benny.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor jasa tumbuh 9,19 persen tapi hanya berkontribusi sebesar dua persen untuk PDB. Kemudian sektor manufaktur naik 4,33 persen dan menyumbang 19,66 persen terhadap PDB. (aud/lav)