Chevron Kecewa dengan Pemerintah Indonesia

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Rabu, 01/08/2018 15:52 WIB
Chevron Kecewa dengan Pemerintah Indonesia Ilustrasi Chevron. (REUTERS/Mike Blake)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) menyatakan kecewa dengan keputusan pemerintah Indonesia yang tidak memperpanjang lagi kontrak mereka untuk mengelola Blok Rokan, Riau.

External Affairs Advisor Chevron Asia Pacific Exploration and Production Cam Van Ast menyatakan bahwa saat ini pihaknya sedang berusaha untuk berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai keputusan penghentian kontrak tersebut.

"Meskipun kecewa, kami bangga telah menjadi mitra untuk Indonesia lebih dari 90 tahun," katanya dalam pernyataan yang diterima CNNIndonesia, Rabu (1/8).


Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Selasa (31/7) kemarin memutuskan untuk mengakhiri kontrak Chevron di Blok Rokan yang akan berakhir 8 Agustus 2021 mendatang.



Sebagai gantinya, mereka menunjuk PT Pertamina (Persero) untuk mengelola blok minyak dan gas terbesar di Indonesia tersebut. 

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengatakan bahwa keputusan tersebut didasarkan pada alasan komersial. Pertamina dalam proposal mereka menawarkan bonus tanda tangan sebesar US$784 juta atau sekitar Rp11,3 triliun.

Mereka juga menawarkan komitmen kerja pasti untuk lima tahun sebesar US$500 juta atau Rp7,2 triliun.

Tak hanya itu, Pertamina juga menawarkan potensi pendapatan negara selama 20 tahun pengelolaan akan mencapai US$57 miliar atau Rp825 triliun jika Blok Rokan diserahkan pada mereka. 



(agt/agt)