Empat Kebijakan BI Kendalikan Inflasi Harga Pangan

Dinda Audriene Muthmainah, CNN Indonesia | Kamis, 26/07/2018 22:05 WIB
Empat Kebijakan BI Kendalikan Inflasi Harga Pangan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bank Indonesia (BI) mengantisipasi kenaikan harga minyak dan pangan global yang berpotensi mengerek harga pangan dalam negeri. Salah satunya melalui percepatan pembangunan infrastruktur pertanian, konektivitas dan pembebasan lahan.

Jika harga pangan dalam negeri naik, maka sumbangan inflasi jenis volatile foods (harga pangan yang bergejolak) terhadap inflasi nasional tahun ini akan menjulang. Terlebih, BI juga menyoroti distribusi dan ketersediaan pasokan pangan tersebut.

"Ini menjadi perhatian kami dan beberapa komoditas inflasi volatile foods yang berpotensi meningkat pada 2018 antara lain beras, daging ayam, dan komoditas hortikultura," papar Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Kamis (26/7).



Oleh karena itu, BI mempertimbangkan empat kebijakan utama guna menghadapi tantangan dan tetap menstabilkan inflasi sepanjang tahun ini. Maklum, sasaran inflasi BI pada jangka panjang bisa semakin rendah, khusus pada 2020-2021 saja BI menargetkan inflasi sebesar 3 persen plus minus 1 persen.

Perry memaparkan fokus pertama, yakni berkaitan dengan percepatan pembangunan infrastruktur pertanian, konektivitas, dan proses pembebasan lahan di daerah. Menurut Perry, pembangunan infrastruktur pangan perlu diberdayakan lebih lanjut pada tahun ini.

"Ini juga termasuk dengan mengoptimalkan alokasi dana desa 2018," imbuh Perry.


Kedua, BI akan fokus dalam meningkatkan kerja sama perdagangan antar daerah agar perbedaan tingkat inflasi antar daerah semakin menurun. Kerja sama perdagangan ini bisa dilakukan dalam hal pengelolaan stok pangan.

Ketiga, lanjut Perry, pemanfaatan teknologi dianggap penting untuk memperkuat ketersediaan data dan informasi pangan. Lagi-lagi, hal ini demi menjaga stok pangan di dalam negeri.

Keempat, memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah mengenai kebijakan masing-masing kawasan. Perry menegaskan komunikasi tersebut begitu penting karena pembangunan infrastruktur nasional juga membutuhkan dukungan pemerintah daerah.

"BI terus mendorong kerjasama perdagangan antar daerah pembangunan sentra-sentra pengolahan produk pertanian pemasaran melalui e-commerce," jelas Perry.

Lebih lanjut ia mengatakan inflasi pada 2017 sebenarnya terbilang sudah cukup rendah, yakni 3,6 persen. Sementara, target sasaran inflasi pada tahun lalu sebesar empat persen plus minus satu persen.


"Keberhasilan pengendalian inflasi ini didukung oleh inflasi di seluruh kawasan realisasi inflasi volatile foods," tutur Perry. (lav/lav)