BI Sebut Neraca Transaksi Berjalan Makin Tekor di 2018

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Rabu, 25/07/2018 21:11 WIB
BI Sebut Neraca Transaksi Berjalan Makin Tekor di 2018 Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bank Indonesia (BI) memperkirakan defisit transaksi berjalan pada tahun ini bakal mencapai di atas US$25 Miliar. Angka ini meningkat 44,51 persen dibanding realisasi tahun lalu sebesar US$17,3 miliar.

"Terus terang (defisit transaksi berjalan) berat. Tekornya tambah gede," ujar Perry dalam Sarasehan Tim Pengendali Inflasi Daerah, Rabu (25/7).

Melebarnya defisit transaksi berjalan, menurut dia, tak lepas dari laju impor yang lebih kencang dibandingkan ekspor. Padahal, pemerintah sebelumnya mengaku bakal menekan impor bahan baku dan barang modal.


"Ekspornya sebenarnya cukup baik, meningkat, tetapi kenaikan impornya lebih besar," ujar Perry.


Berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) selama Januari-Juni 2018, neraca perdagangan Indonesia defisit US$1,02 miliar. Defisit terjadi karena secara kumulatif ekspor hanya sebesar US$88,02 miliar sedangkan impor paruh pertama tahun ini mencapai US$89,04 miliar.

Untuk itu, BI dan pemerintah terus mendorong pariwisata dan ekspor untuk meningkatkan devisa.

Seperti diketahui defisit neraca transaksi berjalan turut menyumpang pelemahan pada nilai tukar rupiah. Defisit pada transaksi berjalan tak hanya dibentuk oleh defisit pada neraca perdagangan, tetapi juga neraca jasa.


Inflasi Tahun Depan
Sementara itu, BI memperkirakan laju inflasi tahun depan bakal terkerek ke 3,7 persen. Angka itu meningkat dari proyeksi inflasi tahun ini yang diramal ada di kisaran 3,5 persen. Namun, proyeksi tersebut masih sesuai dengan sasaran inflasi BI 3,5 plus minus satu persen.

"Tahun depan (inflasi) kurang lebih sekitar 3,7 persen, masih cukup rendah," terang Perry.

BI dan pemerintah terus berupaya untuk mengendalikan inflasi dengan mempererat koordinasi. Upaya pengendalian harga juga diarahkan untuk mendorong pertumbuhan dan mengurangi angka kemiskinan. (agi/agi)