Garuda Ramal Pendapatan Penjualan Tiket Mudik Naik 10 Persen

Dinda Audriene Mutmainah, CNN Indonesia | Selasa, 22/05/2018 17:36 WIB
Garuda Ramal Pendapatan Penjualan Tiket Mudik Naik 10 Persen Garuda Indonesia memperkirakan pendapatan dari penjualan tiket mudik tahun ini naik 10 persen dibandingkan dengan mudik tahun sebelumnya. (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk memperkirakan pendapatan dari penjualan tiket mudik tahun ini naik 10 persen dibandingkan dengan pendapatan dari penjualan tiket mudik Lebaran 2017 lalu.

Direktur Keuangan Garuda Indonesia Helmi Satriyono mengatakan peluang kenaikan pendapatan itu ditopang oleh rencana perseroan menambah jumlah ketersediaan kursi dan frekuensi penerbangan pada mudik Lebaran tahun ini.

"Yang jelas, dengan penambahan frekuensi, otomatis pendapatan ikut naik. Apalagi kalau tidak salah penambahan kursi tahun lalu hanya 45 ribu, sekarang hampir 70 ribu," ungkap Helmi kepada CNNIndonesia.com, Selasa (22/5).


Namun, ia menyebut rencana itu masih sebatas pengajuan kepada pemerintah. Sejauh ini, pemerintah masih mengkaji pengajuan Garuda Indonesia terkait penambahan ketersediaan kursi dan frekuensi pesawat.

"Ini harus seizin pemerintah karena berkaitan dengan kepadatan di bandara juga," imbuh Helmi.

Kendati pendapatan dari penjualan tiket mudik Lebaran berpotensi naik, tetapi Helmi menyebut perusahaan tidak menaikkan harga tiket secara signifikan.

"Ada penyesuaian tiket, harga naik sedikit karena ada kenaikan permintaan," katanya.

Secara terpisah, Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala Mansury bilang pihaknya akan menambah ketersediaan kursi menjadi 150.510 dari momen mudik Lebaran tahun lalu yang hanya 107.750.

"Kemudian, kami menambah frekuensi penerbangan menjadi 768 dari 604 penerbangan," ujar Pahala.


Dengan demikian, perusahaan pelat merah ini berharap bisa mengangkut penumpang hingga 2,45 juta orang selama mudik Lebaran tahun ini.

Ia menyebutkan penambahan penerbangan itu mencakup rute domestik dan luar negeri. Beberapa rute domestik yang difokuskan, antara lain Padang, Semarang, Malang, dan Padang.

"Kalau luar negerinya Singapura dan Hong Kong. Dua rute itu akan naik karena tidak perlu visa. Jadi, mudah pergi," tutup Pahala.


(bir)