TOP TALKS

Ekonomi Indonesia Tahun Depan di Mata Bos HSBC

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Senin, 27/11/2017 12:25 WIB
Ekonomi Indonesia Tahun Depan di Mata Bos HSBC CNNIndonesia.com berkesempatan untuk berbincang dengan Presiden Direktur PT Bank HSBC Indonesia, Sumit Dutta mengenai pandangan ekonomi di tahun depan. (Dok. Pribadi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah berani menargetkan pertumbuhan ekonomi 2018 mencapai 5,4 persen, 0,2 persen lebih tinggi dibandingkan target tahun 2017. Lantas, bagaimana pelaku industri perbankan melihat prospek ekonomi tahun depan?

Pekan lalu CNNIndonesia.com berkesempatan untuk berbincang dengan Presiden Direktur PT Bank HSBC Indonesia, Sumit Dutta. Ia memaparkan betapa besarnya potensi Indonesia untuk memacu laju perekonomian lebih kencang.

Tak ayal, HSBC Group berani memperkuat eksistensinya di Indonesia dengan mengakuisisi PT Bank Ekonomi dan mendirikan PT Bank HSBC Indonesia pada April 2017 lalu. Berikut petikan wawancaranya:


Kilas balik sejenak, bagaimana Anda melihat perekonomian sepanjang tahun ini?

Saya kira ada dua tema besar. Tema pertama, kondisi makroekonomi terus membaik. Tingkat inflasi telah turun, suku bunga sedang turun, nilai tukar Rupiah saat solid, kinerja cadangan devisa sangat baik. Jadi, dari perspektif makroekonomi, kondisinya sangat baik.

Namun demikian, tema kedua, kita tahu pertumbuhan konsumsi domestik tidak seperti yang kita perkirakan. Penjualan motor lemah. Secara umum, tinggi konsumsi lemah. Hasilnya, pertumbuhan ekonomi sedikit lamban relatif terhadap potensi yang dimiliki Indonesia.

Dan saya kira itu penyebab publik tidak terlalu memandang positif dalam perekonomian, dari pada yang seharusnya mengingat kondisi makro ekonomi yang sangat baik.

Jadi, pandangan kami terhadap perkembangan ekonomi tahun ini adalah Bank Indonesia, Kementerian Keuangan telah melakukan apa yang seharusnya dilakukan.


Mereka menciptakan landasan pertumbuhan perekonomian yang sangat kuat dan solid. Namun sekarang, kita harus menggunakan landasan itu untuk tumbuh. Hal itu belum terjadi.

Hal itu baru akan terjadi saat perusahaan mulai lebih banyak berinvestasi. Landasan untuk berinvestasi sudah ada. Sekarang ini, perbankan memiliki cukup likuiditas untuk meminjamkan uang tetapi kami melihat banyak perusahaan berhati-hati.

Dari sisi perusahaan, dua hal berikut ini terjadi beriringan yaitu produksi dan konsumsi. Jadi, ketika konsumsi mulai naik, perusahaan akan mulai menempatkan lebih banyak uang untuk produksi.

Dengan demikian, tidak hanya perusahaan yang harus membelanjakan uangnya, tetapi kita harus membuat masyarakat juga bersedia untuk membelanjakan uangnya.

Saya harus menekankan, saya kira landasannya sudah dibangun, landasan untuk pertumbuhan ekonomi sudah ada. Sekarang, kita harus menggunakannya.

Menurut Anda, apa saja kekuatan dan kelemahan yang dimiliki Indonesia?

Saya kira, dalam hal makroekonomi, perekonomian Indonesia merupakan salah yang terbaik yang bisa didapatkan di Asia maupun negara berkembang manapun. Inflasi rendah, suku bunga sedang turun, nilai tukar lokal stabil.

Tetapi, saya harus menekankan, bahwa bukan hanya iklim ekonomi saja yang membuat orang mau berinvestasi di suatu negara tetapi juga pertimbangan ekonomi sosial. Hal ini dalam kondisi baik. Jadi, kesempatan pada iklim investasi saya kira sangat baik.


Meskipun demikian, kita perlu agar landasan tersebut digunakan. Kita perlu perusahaan lebih banyak berinvestasi, dan orang lebih banyak berbelanja. Permintaan saya adalah orang Indonesia harus keluar dan berbelanja karena negara ini punya masa depan yang sangat cerah.

Menurut saya, sekarang ini, kepercayaan diri yang dimiliki orang Indonesia terhadap Indonesia lebih rendah dibandingkan kepercayaan yang dimiliki oleh orang-orang yang berada di luar Indonesia terhadap Indonesia.

Saya kira, orang di luar Indonesia melihat Indonesia itu "Wow, negara ini memiliki pertumbuhan ekonomi yang tinggi yang potensial untuk berinvestasi". Tetapi, saya tidak berpikir orang Indonesia memiliki sentimen yang sama.

Bagi saya, itu yang menahan pertumbuhan ekonomi karena mereka [orang Indonesia] tidak berinvestasi, tidak berbelanja, mungkin mereka khawatir tentang masa depan. Dalam banyak cara, ini menjadi ramalan yang diwujudkan sendiri.

Jadi, saat Anda khawatir tentang masa depan dan Anda tidak membelanjakan uang Anda, masa depan tidak akan baik, karena segalanya akan melambat.

Saya kira, orang seharusnya meyakini dan percaya bahwa pemerintah Indonesia telah dijalankan oleh orang yang memiliki kapabilitas. Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, diisi oleh profesional, mereka menggerakkan perekonomian Indonesia ke arah yang benar. Jadi, miliki keyakinan dan kepercayaan bahwa masa depan akan lebih cerah dibandingkan kondisi saat ini.

Begitu Anda keluar, Anda akan mulai membelanjakan uang Anda, mulai beraktivitas, yang akan menimbulkan efek bertingkat. Perusahaan akan berproduksi lebih banyak, memperkerjakan lebih banyak orang, dan meningkatkan jumlah pekerja dan lapangan kerja, yang akan menciptakan aktivitas lebih banyak lagi. Namun, hal itu harus dimulai dari suatu tempat.


Bagaimana Anda melihat prospek perekonomian Indonesia pada tahun depan?

Saya optimistis bahwa tahun depan kita akan mulai melihat pertumbuhan yang lebih tinggi. Menurut saya, sektor komoditas telah lebih stabil.

Saya tidak melihat dorongan ke atas yang signifikan, misalnya dalam harga komoditas, tetapi sekarang kita berada dalam kondisi nyaman yang masuk akal dan saya berekspektasi harga akan stabil.

Kita sekarang melihat pembangunan di sektor infrastruktur. Pemerintah sedang membuktikan janjinya dan menjalankan proyek infrastruktur. Hal itu akan mendorong terbukanya lapangan kerja, produksi, permintaan, yang merupakan hal yang baik.

Jadi, secara umum, saya meyakini bahwa kita akan melihat perbaikan ekonomi tahun depan. Perbaikan tidak akan terjadi secara dramatis tetapi akan terjadi pelan-pelan namun berkelanjutan.

Menurut saya, Indonesia memiliki banyak perusahaan kelas wahid, dan saya melihat pertumbuhan akan kembali terjadi. Mereka [perusahaan] akan kembali nyaman untuk keluar, pinjam uang ke perbankan seperti HSBC dan berinvestasi lebih banyak ke perekonomian.

Ekonomi Indonesia Tahun Depan di Mata Bos HSBCFoto: CNN Indonesia/Safyra Primadhyta

Apakah itu akan berdampak positif terhadap sektor perbankan?

Tentu saja. Pertumbuhan [penyaluran kredit] di sektor perbankan tergantung pada pertumbuhan dari sektor riil. Jika aktivitas industri naik dan perusahaan berinvestasi lebih banyak maka volume kredit perbankan bakal naik.

Apakah, menurut Anda, pertumbuhan kredit tahun depan bisa sampai dua digit? Apa saja target Bank HSBC Indonesia tahun depan?

Saya berharap pertumbuhan kredit tahun depan bakal lebih tinggi dari tahun ini. Tahun ini merupakan tahun bersejarah bagi kami. Indonesia masuk ke Indonesia 133 tahun yang lalu pada 1884. Kami membeli Bank Ekonomi pada 2009.

Kemudian, pada 2017, orang akan mengingat bahwa kami telah berhasil mengintegrasikan kedua bank [HSBC dan Bank Ekonomi]. Sekarang, kami membangun landasan untuk tumbuh.

Jadi, tahun ini kami habiskan untuk membangun platform untuk tumbuh. Tahun depan, kami akan melanjutkan pembangunan landasan tersebut.


Kami memiliki banyak lini bisnis, mulai dari perbankan ritel, manejement kekayaan, perbankan komersial yang memberikan layanan perbankan pada perusahaan lokal dan multinasional, layanan treasuri, dan kustodian. Jadi layanan kami mencakup seluruh layanan keuangan.

Kami telah berada di sektor investasi sepanjang tahun ini. Kami tidak hanya mengintegrasikan layanan, namun kami juga menghabiskan banyak waktu dan usaha untuk memperbaikan lini produk, meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) untuk melayani nasabah kami.

Saya sangat berharap tahun depan menjadi tahun yang baik bagi perbankan secara umum. Kami bekerja dengan sangat erat dengan nasabah kami, dengan individu dari perbankan ritel dan kami juga meningkatkan penawaran kartu kredit.

Saat ini, penawaran kartu kredit kami berada di pasar yang sangat kompetitif. Kami juga menggelar promosi perjalanan yang sukses dengan banyak maskapai yang berbeda, salah satunya Garuda Indonesia.

Kami juga diakui dalam hal manajemen kekayaan di sektor ritel. Kami akan terus menawarkan nasabah kami produk yang inovatif untuk membantu mereka dalam mengelola kekayaan mereka lebih baik.

Di sektor komersial, saat ini kami memiliki jaringan dari 99 cabang di 29 kota. Sehingga, penawaran kami di bidang pembayaran dan manajemen kas bakal secara signifikan lebih baik dibandingkan sebelumnya.

Kami juga telah berada di posisi teratas dalam hal layanan perbankan multinasional, misalnya dalam layanan treasuri. Jadi kami sangat optimistis untuk tahun depan.


Apakah ada perbedaan yang signifikan terhadap operasional HSBC antara sebelum dan sesudah bergabung dengan Bank Ekonomi?

Saya pikir, jangkauan operasional kami akan lebih besar karena kami memiliki dua bank yang bergabung menjadi satu. Hal ini memberikan landasan yang lebih besar bagi kami bisa tumbuh.

Bagaimana proses integrasi kedua bank, apakah ada kesulitan?

Kami telah mengintegrasikan kedua bank. Saat ini, kami sedang memastikan bahwa implementasi budaya organisasi bisa rampung.

Kami menggabungkan dua bank yang berbeda jadi kami ingin memastikan apakah nasabah Bank Ekonomi atau Bank HSBC merasa diterima dengan baik dan merasa bahwa integrasi kedua bank telah meningkatkan layanan yang kami tawarkan kepada mereka.

Untuk nasabah Bank Ekonomi, sekarang mereka bisa mendapatkan produk HSBC, produk terbaik yang bisa kami tawarkan ke seluruh dunia. Bagi nasabah HSBC, mereka sekarang bisa menikmati jaringan yang lebih luas karena sekarang mereka dapat berinteraksi dengan kami di 29 kota di Indonesia.

Kami percaya nasabah di kedua bank mendapatkan pelayanan yang lebih baik.Hal ini yang membuat kami memerlukan waktu untuk memastikan.

Kami telah mengunjungi nasabah kami di Palembang, Balikpapan, Kudus. Banyak nasabah dari Bank Ekonomi yang tidak mengetahui bahwa Bank Ekonomi telah dimiliki oleh HSBC.


Jadi, ini merupakan masa yang menarik bagi kami. Bertemu dengan para nasabah dan menjelaskan apa yang kami lakukan, bagaimana kami bisa membantu dan mendukung mereka, kami melihat banyak peluang. Hal ini membuat kami merasa optimistis terhadap masa depan.

Tren suku bunga perbankan terus turun di Indonesia, bagaimana HSBC mengantisipasinya? Apakah akan lebih banyak menawarkan lebih banyak produk investasi?

Seperti yang dilihat, tingkat suku bunga tahun ini turun secara bertahap di Indonesia. Sementara, suku bunga secara global juga mengarah ke kondisi stabil, artinya mengarah ke kenaikan secara wajar.

Saya pikir, kami berada di pasar yang kompetitif sekarang. Dalam hal keinginan nasabah Indonesia untuk berinvestasi, mereka memiliki banyak pilihan mulai dari properti, saham, obligasi, dan deposito perbankan.

Satu hal yang kami percaya dapat membantu nasabah Indonesia untuk menginvestasikan uangnya adalah perluasan dan pendalaman pasar modal karena pasar akan memiliki lebih banyak instrumen untuk investor ritel berinvestasi.

Kami akan sangat senang untuk membantu karena kami melihat pasar negara maju seperti Singapura, Hong Kong, Inggris memiliki lebih banyak produk investasi lebih banyak dibandingkan apa yang tersedia di Indonesia.

Jadi kami sangat menginginkan untuk bermitra dengan Bank Indonesia, OJK, Kementerian Keuangan, atau dengan lembaga manapun yang membawa produk yang dapat dipertanggungjawabkan.


Kita harus berhati-hati dalam membawa produk investasi ada yang cocok untuk nasabah, ada yang bersifat spekulatif. Kita tahu, di masa lalu, orang berinvestasi pada produk investasi yang bersifat spekulatif.

Jadi, kami hanya ingin membawa produk investasi yang solid dan berkelanjutan yang dapat dipahami oleh nasabah, dengan risiko yang dapat dijelankan dengan jelas kepada nasabah. Tetapi, kami melihat banyak kesempatan bagi nasabah untuk mengembangkan produk investasinya.

Kami sebenarnya telah melihat pertumbuhan sektor menajemen kekayaaan. Ini adalah kesempatan bagi kami untuk menjangkau nasabah yang sebelumnya tidak memiliki akses terhadap produk manajemen kekayaan di masa lalu. Sekarang, dengan keberadaan kami di 29 kota kami dapat menawarkan berbagai variasi produk kami yang saya yakin kami harapkan.

Terakhir, jika Anda mendapatkan kesempatan untuk mengatakan sesuatu kepada masyarakat Indonesia, apa yang Anda ingin sampaikan?

Saya ingin mengatakan bahwa orang Indonesia itu beruntung karena berada di suatu negara yang memiliki semangat, toleransi, dan stabilitas.

Saya telah berada dan bekerja di banyak negara di dunia, saya melihat seluruh bahan untuk Indonesia bisa menjadi negara super power di bidang keuangan sudah ada di negara ini. Sekarang, yang harus dilakukan adalah mencampur bahan-bahan tersebut dan memasak masakan yang tepat.

Indonesia memiliki demografi yang diperlukan, sumber daya alam, dan sekarang memiliki kepemimpinan yang baik. Indonesia memiliki pemerintah yang tepat dalam menggerakkan Indonesia ke arah yang benar, orang-orang yang pintar dan berpendidikan, generasi milenial yang terus naik, dan sumber daya alam yang diperlukan. (gir/gir)