Skor Indeks Sistem Pensiun RI Ungguli China dan India

Christine Novita Nababan, CNN Indonesia | Selasa, 24/10/2017 14:44 WIB
Skor Indeks Sistem Pensiun RI Ungguli China dan India Laporan Melbourne Mercer Global Pension Index menyebut, nilai indeks sistem pensiun Indonesia sebesar 49,9 atau kurang 0,1 poin untuk naik ke kategori C. (Stevepb/Pixabay).
Jakarta, CNN Indonesia -- Skor indeks sistem pensiun Indonesia meningkat dalam lima tahun berturut-turut. Laporan Melbourne Mercer Global Pension Index menyebut, nilai indeks sistem pensiun Indonesia sebesar 49,9 atau kurang 0,1 poin untuk naik ke kategori C.

Saat ini, sistem pensiun Indonesia masih berada di kategori D. Namun, jika dibandingkan dengan China dan India, sistem pensiun Indonesia jauh lebih unggul. Nilai indeks China dan India tercatat masing-masing 46,5 dan 44,9.

Health & Wealth Business Leader Mercer Indonesia I Gde Eka Sarmaja mengatakan, meski skor Indonesia secara konsisten terus merangkak naik, namun masih ada banyak pekerjaan yang perlu diselesaikan demi perbaikan sistem pensiun.


Di antaranya, yaitu memberikan tunjangan minimum bagi warga lanjut usia dengan status ekonomi rendah di Indonesia, menaikkan jumlah program pensiun bagi kalangan pekerja dan memperbaiki ketentuan perundangan untuk sistem pensiun swasta.

“Undang-undang Ketenagakerjaan Indonesia Nomor 13/2013 telah menetapkan pemberian minimum untuk manfaat pensiun, namun sebagian besar dari kewajiban itu tidak memiliki pendanaan yang mencukupi, sehingga berisiko tidak menerima pendapatan pensiun sesuai harapan nanti,” tutur dia mengutip keterangan resmi, Selasa (24/10).

Ia melanjutkan, sejalan dengan terus meningkatnya angka usia harapan hidup di Indonesia dan diperpanjangnya kisaran usia produktif penduduk Indonesia, maka perlu kajian untuk menaikkan kisaran usia pensiunan.

Laporan indeks pensiun menilai sistem pensiun di 30 negara yang mencakup 60 persen populasi dunia. Dalam laporan itu, peneliti mendesak negara-negara dengan sistem pensiun yang tidak berkesinambungan untuk segera mengambil tindakan.

President of Health and Wealth Mercer Jacques Goulet menekankan perlunya negara-negara tersebut, termasuk Indonesia, memperhatikan persoalan sistem pensiun berkelanjutan saat sedang mereformasi sistem pensiunnya.

“Meningkatnya usia harapan hidup dan imbal hasil investasi yang rendah memiliki dampak jangka panjang yang signifikan terhadap kemampuan sistem-sistem pensiun di seluruh penjuru dunia untuk menyediakan manfaat pensiun yang memadai,” katanya.

Indeks sistem pensiun mengikutsertakan Kolombia, Selandia Baru, dan Norwegia dengan mengukur 30 sistem pensiun yang diuji dengan 40 indikator yang mengukur kecukupan, kesinambungan, dan integritas sistem pensiun masing-masing negara.