Indonesia dan Turki Ratifikasi Perjanjian CEPA

Giras Pasopati , CNN Indonesia | Kamis, 12/10/2017 19:45 WIB
Indonesia dan Turki Ratifikasi Perjanjian CEPA Pengesahan naskah perjanjian antara pemerintah Indonesia dan Turki merupakan upaya untuk meraup total nilai perdagangan hingga US$10 miliar pada 2023. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Indonesia dan Turki meratifikasi naskah perjanjian untuk mengawali perundingan dalam Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA).

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyatakan, ratifikasi naskah tersebut dilakukan dengan Deputi Perdana Menteri Turki, Fikri Isik, di Tangerang, Kamis (12/11).

Pengesahan naskah perjanjian ini merupakan upaya untuk merealisasikan visi dua negara tersebut untuk meraup total nilai perdagangan bilateral hingga US$10 miliar pada 2023 dan juga memperbaiki kerjasama bilateral ekonomi kedua negara.

"Setelah ini (perjanjian PTA) ini telah dilaksanakan, maka akan bisa merealisasikan visi dari kedua pemipin negara," ucap Enggartiasto.


Fikri Isik mengaku negaranya menyadari bahwa dengan jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) yang besar, menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki peran yang strategis dan potensi yang besar untuk kawasan Asia.

Pemerintah Turki juga memproyeksikan bahwa di tahun 2030 Indonesia akan masuk dalam sepuluh negara dengan perekonomian terbesar di dunia.

"Keputusan ini sangat penting untuk membawa level perekonomian kedua negara menjadi lebih baik," imbuhnya.

Secara khusus, ia mengaku pihaknya mendukung rencana Indonesia untuk terus mengembangkan energi dan sumber daya kelistrikan yang dimiliki oleh Indonesia.


Ia juga berharap agar kedua negara bisa bekerjasama untuk terus mengembangkan sektor barang kesehatan and jasa yang mereka miliki.

Pada 2016, total nilai dagang kedua negara tersebut turun 9 persen dari tahun sebelumnya menjadi US$1,7 miliar.

Di tahun yang sama, nilai ekspor Turki ke Indonesia meningkat sebesar 22,5 persen menjadi US$177 juta. Namun, nilai impor yang dilakukan oleh Turki dari Indonesia menurun 13 persen menjadi US$1,4 juta.