KPA Rusun BUMN Dekat Stasiun Bisa Dapat Bunga 5 Persen

Agustiyanti , CNN Indonesia | Kamis, 12/10/2017 15:44 WIB
KPA Rusun BUMN Dekat Stasiun Bisa Dapat Bunga 5 Persen Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bersama dengan anak usahanya tengah gencar untuk membangun rumah susun (rusun) di sekitar stasiun kereta api. Sebagian rumah susun tersebut akan ditawarkan dengan harga murah dan bunga subsidi lima persen. Namun, hanya untuk masyarakat dengan penghasilan maksimal Rp7 juta.

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) Maryono mengaku pihaknya sudah diminta oleh Menteri BUMN Rini Soemarno untuk memberikan pembiayaan bagi proyek hunian Transit Oriented Development (TOD) yang tengah dibangun sejumlah BUMN. Pembiayaan menurut dia, mencakup kredit konstruksi, maupun KPA (Kredit Pemilikan Apartemen).

"Kami akan menyediakan KPA baik untuk proyek TOD yang MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) maupun yang non-MBR," ujar Maryono di Jakarta, Selasa malam (11/10).

Saat ini, BUMN sudah mulai melakukan pembangunan pada tiga proyek TOD, yakni di sekitar Stasiun Pasar Senen (Jakarta), Tanjung Barat (Jakarta), dan Pondok China (Depok, Jawa Barat).

Maryono menjelaskan, untuk proyek rusun MBR, pihaknya dapat memberikan KPA subsidi. Dengan demikian, masyarakat hanya perlu membayarkan uang muka (down payment) sebesar satu persen dan bunga hanya lima persen.

Namun, KPA subsidi tersebut hanya diperuntukkan bagi masyarakat dengan penghasilan maksimal Rp7 juta. Selain itu, pemohon KPA juga harus berusia diatas 21 tahun, memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan SPT Tahunan PPh orang pribadi, serta memiliki masa kerja atau usaha minimal 1 tahun.

"Kami juga akan berikan KPA untuk proyek yang komersial, bunganya kami tetapkan nanti," ungkapnya. 

Perumnas sebagai pengelola tiga hunian TOD yang sudah mulai dibangun tersebut menyebut, sekitar 25 persen hingga 30 persen rumah susun TOD di setiap stasiun akan dibangun untuk MBR. Harga hunian TOD untuk MBR akan dipatok Rp7 juta per m2. Adapun luas hunian akan terdiri dari tipe studio dan dua kamar dengan harga dikisaran Rp200 hingga Rp300 juta. (agi)