logo CNN Indonesia

Buyback Saham, Provident Agro Anggarkan Rp115,98 Miliar

, CNN Indonesia
Buyback Saham, Provident Agro Anggarkan Rp115,98 Miliar Pembelian kembali saham PT Provident Agro Tbk akan dilakukan bertahap dalam waktu paling lama 6 bulan mulai 25 April 2017 - 24 Oktober 2017. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Emiten yang bergerak dibidang perkebunan kelapa sawit, PT Provident Agro Tbk (“PALM”) berencana membeli kembali (buyback) saham maksimal 278,80 juta lembar saham atau 3,92 persen dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh. Guna melakukan aksi korporasi tersebut, perseroan menganggarkan dana sebesar Rp115,98 miliar.

Adapun saat ini, perseroan telah mengantongi izin pemegang saham pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) yang digelar bersamaan dengan RUPS Tahunan (RUPST) perseroan, Jumat (21/4).

Presiden Direktur PALM Tri Boewono mengatakan, buyback saham PALM dilakukan untuk mempertegas komitmen Perseroan dalam rangka meningkatkan nilai bagi para pemegang saham dengan menggunakan likuiditas yang dimiliki Perseroan saat ini.

“Melalui pembelian kembali saham ini para pemegang saham akan mendapatkan manfaat yang optimal. Kami yakin, langkah strategis ini juga sangat positif bagi kinerja PALM dalam jangka panjang,” kata Tri Boewono dalam keterangan resmi, Jumat (21/4).

Pembelian kembali saham tersebut menurut dia, akan dilakukan bertahap dalam waktu paling lama 6 bulan mulai 25 April 2017 - 24 Oktober 2017.

Sebelumnya, RUPS-LB PALM pada 16 Januari 2017 telah menyetujui pengurangan modal dasar, serta modal ditempatkan dan disetor Perseroan melalui penurunan nilai nominal saham dari semula Rp 100 per saham menjadi Rp 15 per saham. Dengan keputusan ini maka pemegang saham PALM, memperoleh pembayaran tunai dari pengembalian modal perseroan sebesar Rp605,16 miliar, yang telah dibayarkan ke pemegang saham pada 3 April 2017.

Sementara itu, RUPST perseroan yang juga digelar hari ini menyetujui penggunaan keuntungan bersih tahun buku 2016, yakni sebesar Rp214,21 miliar sebagai laba ditahan, dan Rp5 miliar sebagai dana cadangan. Tahun lalu, perseroan tercatat membukukan laba bersih sebesar Rp219,1 miliar, jauh membaik dibandingkan 2015 lalu yang tercatat rugi Rp55,24 miliar.

Adapun pembagian dividen telah dilakukan melalui dividen interim sebesar Rp42 per saham atau total sebesar Rp299,02 miliar pada 30 September 2016.

Sekretaris Perusahaan PALM, Devin Antonio Ridwan menjelaskan kinerja laba bersih perseroan pada tahun lalu ditopang oleh pendapatan yang tumbuh 11,78 persen dibanding 2015 menjadi Rp1,17 triliun. Pendapatan tersebut dikontribusi oleh penjualan lima anak usaha pada 2016 yang mencapai Rp1,55 triliun.

“PALM akan tetap fokus untuk meningkatkan produktivitas dan profitabilitas kebun yang sudah ada. Dengan strategi bisnis yang terukur dan cermat, kami yakin bisnis PALM akan terus bertumbuh secara optimal dan berkelanjutan dalam jangka panjang,” terang Devin.

(agi/gen)

0 Komentar
Terpopuler
CNN Video