Sektor Pajak

Menkeu: Pastikan Orang Kaya Bayar Pajak

Agust Supriadi, Elisa Valenta Sari, CNN Indonesia | Kamis, 30/10/2014 18:06 WIB
Menkeu: Pastikan Orang Kaya Bayar Pajak Pengenaan pajak yang lebih tinggi bagi orang berduit dikhawatirkan akan memancing eksodus orang kaya dari Indonesia. (Reuters Photo/Darren Whiteside)
Jakarta, CNN Indonesia -- Indonesia belum siap menerapkan pajak progresif bagi golongan masyarakat tertentu seperti yang diterapkan negara maju. Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro menilai kebijakan tersebut justru akan mendorong orang kaya pindah kewarganegaraan sehingga justru akan merugikan keuangan negara.

"Indonesia masih butuh orang kaya untuk bayar pajak," ujar Bambang di Gedung Kementerian Keuangan, Kamis (30/10).

Dia mengakui bahwa penerapan pajak progresif bagi orang kaya bagus untuk pemerataan pendapatan masyarkat. Namun, pada praktiknya di negara maju justru memicu eksodus wajib pajak berpendapatan tinggi ke negara lain.


"Di Perancis misalnya, yang menerapkan pajak progresif 70 persen yang artinya tiga perempat pendapatan orang kaya untuk bayar pajak. Akibatnya banyak orang kaya yang pindah warga negara, seperti ada artis Perancis pindah ke Rusia, lalu Louis Vuitton pindah ke Belgia," katanya.

Ketimbang memainkan tarif pajak,Bambang menilai lebih baik Indonesia memperbaiki sistem penarikan pajak. "Jadi pastikan orang kaya itu bayar pajaknya sudah sesuai atau tidak," katanya.

Intinya, Bambang menambahkan jangan sampai pemerintah mengeluarkan kebijakan yang terkesan menekan kelompok masyarakat tertentu. Sehingga akan meninggalkan lubang yang bisa dimanfaatkan untuk menghindari ketentuan.