7 Puisi Bertema Sumpah Pemuda 2026 untuk Lomba dan Peringatan

CNN Indonesia
Senin, 26 Okt 2026 18:00 WIB
Contoh puisi tema Sumpah Pemuda.
Ilustrasi. Membaca puisi bisa jadi salah satu cara untuk merayakan sekaligus memaknai perjuangan pada peristiwa Sumpah Pemuda. Berikut contoh puisi tema Sumpah Pemuda. (Adhi Wicaksono)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Setiap 28 Oktober, kita kembali diingatkan pada semangat para pemuda yang berikrar untuk bersatu demi Indonesia. Semangat yang lahir dari peristiwa Sumpah Pemuda itu tetap relevan hingga sekarang, terutama bagi generasi muda yang memiliki peran penting dalam menentukan masa depan bangsa.

Salah satu cara untuk merayakan sekaligus memaknai perjuangan tersebut adalah melalui puisi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lewat rangkaian kata, puisi bertema Sumpah Pemuda dapat menyampaikan pesan tentang persatuan, nasionalisme, dan tanggung jawab generasi muda dengan cara yang menyentuh.

Puisi-puisi ini juga bisa menjadi inspirasi untuk lomba membaca puisi atau mengisi acara peringatan Hari Sumpah Pemuda 2026 yang memasuki usia ke-98 tahun.

Berikut beberapa pilihan puisi yang bisa dibacakan untuk menghidupkan semangat Sumpah Pemuda, dihimpun dari berbagai sumber.

1. Puisi "Bangkitlah Wahai Pemuda" karya Ismah Assalwa

Wahai pemuda bangsa..
Dengan tangan terkepal tanda sebuah bangsa..
Punya tekad yang terus menebal..
Yang tidak mengenal kata menyerah..
Hanya ada dua pilihan saat ini
Bangun untuk meraih mimpi dan mengukir prestasi..
Atau...
Hanya berdiam diri untuk melarutkan mimpi yang tak akan pernah terjadi..
Hanya sibuk dengan media sosial..
Hanya mengutamakan permainan gawai..
Serta mengikuti pergaulan tanpa norma..
Sadarlah... Sadarlah wahai pemuda..
Janganlah engkau mau diperbudak teknologi..
Jangan pernah mau di jajah dengan kemalasan..
Pemuda sukses... bukanlah pemuda yang banyak uang..
Bukan pemuda yang hebat dalam permainan gawai..
Bukan pemuda yang eksis di media sosial..
Tetapi...
Yang mau bangkit dan terus bangkit..
Yang terus mencoba dan terus mencoba..
Pantang menyerah dan terus berjuang untuk mencapai kejayaan..
Wahai pemuda bangsa...
Kita adalah generasi muda yang dinanti negeri ini..
Kalau bukan kita siapa lagi..
Kalau bukan sekarang kapan lagi..


2. Puisi "Berawal Dari Pemuda" karya Andis Syah Putra

Banyak cara menggapai asa
Setiap jalan penuh akan rasa
Rasa semangat yang tiada tara
Menggapai mimpi setinggi bintang di angkasa
Jalan berliku bagi seorang pemuda
Kerikil batu tidak akan tergoyah
Bara api itulah semangat pemuda
Hujan badai pun terkadang menyertainya
Wahai para pemuda
Jatuh bangun itu hal biasa
Tertangkap angan simpanlah di dalam dada
Perjuangan ini banyaklah cara
Ekspresikan semua yang engkau bisa
Engkau dengar cerita Bung Tomo dan Bung Hatta
Setiap titik keringat dan bahkan dara
Mereka korbankan untuk kemerdekaan bangsa
Hingga tercapai di seribu sembilan ratus empat puluh lima
Kini, saatnya bagi kita semua
Untuk terus berjuang menggapai mimpi yang ada di kepala
Kita kobarkan semangat untuk berkarya
Karena semua berawal dari pemuda

3. Puisi "Pemuda Agen Perubahan" karya Ahmad Fadilah

Pemuda,
Semangatmu tampak begitu bergejolak
Tak peduli seberapa kuat penghalang
Kau pasti mampu menghalaunya
Kepal tanganmu melambangkan keyakinan
Akan kemampuan tuk menjadi tumpuan
Di pundakmu
Bangsa ini dititipkan dengan segala pengorbanan
Di pundakmu ratusan juta jiwa menantikan
Harapan, kejayaan, dan kemakmuran
Wahai pemuda,
Kaulah agen perubahan bangsa
Membangun dan mengisi kemerdekaan
Dengan kemampuan dan semangatmu
Ubah negeri ini menjadi pusat dunia
Bukankah bangsamu menunggumu
Menunggu torehan karya cipta
Buah pikir dan kreativitasmu
Membangun negeri ini
Lihatlah hamparan kekayaan tanah ini
Tanah pertiwi yang membentang
Yang utuh tangan-tangan pemuda negeri
Mewujudkan kesejahteraan hakiki
Wahai pemuda bangkitlah, bangunlah dari tidur panjang ini


4. Puisi "Generasi Mandiri" karya Hera Eliza


Menelusuri jejak sejarah yang pernah membara
Dijajah puluhan tahun negara angkara murka
Menumbuhkan mimpi penuh arti
Bagi kami pemuda masa kini
Masa berganti, kini virus membelenggu
Namun, bukan alasan kami mengeluh
Teknologi semakin canggih
Memacu semangat mengejar prestasi
Memusnahkan gengsi dalam diri
Memerangi iri dengki
Menyuarakan visi misi
Jadikan Indonesia bangsa mandiri
Dibalik dunia yang terus bergulir
Kami tak ingin jadi beban yang ikut mengalir
Kami bangun, kami berpikir
Melatih diri agar lebih mahir
Di Balik kursi pendidikan
Kami reguk ilmu sepenuh yang dimampu
Berpacu dengan waktu yang tak menunggu
Mengejar mimpi bukan halusinasi
Syuhada terdahulu menjadi inspirasi
Dalam perjalanan kami mencari jati diri
Kami tak lupa diri, apalagi lupa negeri sendiri
Kami bersumpah, janji kami takkan menjadi sampah!

5. Puisi "Citra Pemuda Bangsa" karya Gustin Tri Arisa


Air yang mengalir begitu deras
Semangat juangnya tak terbatas
Alam sangatlah indah mempesona
Banyak pernak-pernik penuh cemara
Begitupun semangat juang yang tiada henti
Serentak berjalan memperjuangkan hak yang hakiki
Lembut bagai kapas keras seperti batu
Itulah citra pemuda bangsa yang berupaya menyatu
Jalannya tak pernah goyah
Diam bukan berarti tidak ada masalah
Bertindak pun belum tentu dianggap risalah
Langkahnya begitu elok
Sekejap mampu menyerbu jalan yang bertapak

6. Puisi "Gema Sorak Sorai Pemuda Ibu Pertiwi" karya Afifah Riska

Barisan terdepan di antara ribuan manusia
Melangkah maju tak terkalahkan menyuarakan kebenaran
Semangat yang terus membara membelah langit Ibu Pertiwi
Tak ada keraguan apalagi kebimbangan untuk membela keadilan...
Pemuda gagah berani...
Membawa tanggung jawab di atas pundak
Bukan sebuah beban, melainkan kebanggaan yang patut dipertahankan
Pemuda Ibu Pertiwi...
Kebanggaan untuk menciptakan masa depan bangsa
Generasi penerus yang memberi teladan dan bukti nyata
Tak pernah gentar menghadapi cobaan
Melawan dan akan terus lawan sampai titik terang
Gema sorak sorainya begitu membahana
Memekakkan telinga dan membakar keringat...
Bersatu menyatukan cita-cita dan kekuatan
Berbalut selimut saling menguatkan
Di atas tanah kelahiran Ibu Pertiwi, di bawah langit Nusantara
Tonggak harapan bangsa yang membanggakan
Pemuda Ibu Pertiwi masa kini...
Ciptakan perdamaian dan persatuan Tanah Air
Bangun bangsa dengan prestasi dan inspirasi
Sorak sorai semangatmu adalah suara seluruh masyarakat
Karena pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan

7. Puisi "Pemuda Pahlawan Demokrasi" karya Egi Saputra Rozalinar

Selamat pagi Indonesiaku
Kudengar para pesohor sedang berpesta pora?
Apakah merayakan kemenangan atau bersembunyi dari kenyataan?
Berita kemarin kulihat tentang kemiskinan
Sedangkan hari ini tentang kejahatan
Kebebasan sosial dipermasalahkan
Apakah ini yang disebut merayakan sebuah pesta?
Mencoba mencari kebenaran di setiap sudut negeri ini
Namun para jelata hanya menunduk sembari meneteskan air mata
Kuhampiri para pemuda bangsa yang sedang berorasi
Ribuan pasang mata mengarah ke gedung-gedung megah pemerintah kota
Mulut bergumam membela kebenaran
Mengeluarkan aspirasi demi mengembalikan demokrasi
Teruslah berjuang para pemuda bangsa
Kobarkan semangat demi kebenaran
Tegakkan keadilan di negeri ini
Kembalikan senyuman bumi pertiwi
Karena engkaulah pahlawan demokrasi


Demikian contoh puisi bertema Sumpah Pemuda. Saat membacakannya, pahami pesan setiap bait dan sesuaikan intonasi dengan suasana puisi. Dengan begitu, pesan-pesannya dapat tersampaikan dengan lebih kuat.

(gas/fef)
placeholder