Sholat istisqo merupakan ibadah yang disyariatkan apabila hujan tak kunjung turun, sementara masyarakat membutuhkan air.
Sholat ini dilakukan untuk memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan sebagai rahmat bagi kehidupan manusia, makhluk hidup lain, serta lingkungannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sholat istisqo dikerjakan bukan hanya untuk memohon turunnya hujan. Ibadah ini juga menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk memperbanyak istigfar, bertaubat, dan menyadari ketergantungan manusia terhadap Allah SWT.
Lantas, bagaimana cara mengerjakan sholat istisqo? Bolehkah sholat istisqo dilakukan sendiri tanpa berjamaah? Pahami hukum dan tata cara melaksanakannya.
Hukum sholat istisqo
Dikutip dari laman MUI, istisqo secara bahasa berarti meminta atau memohon air. Dalam konteks ibadah, istisqo merupakan permohonan kepada Allah agar menurunkan hujan saat manusia membutuhkannya.
Syekh Taqiyuddin al-Hisni (wafat 829 H) menjelaskan bahwa shalat istisqo hukumnya sunnah muakkadah, yaitu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan.
الْإِسْتِسْقَاءُ طَلَبُ السُّقْيَا مِنَ اللهِ تَعَالَى عِنْدَ الْحَاجَةِ وَصَلَاتُهُ سُنَّةٌ مُؤَكَّدَةٌ
"Istisqa adalah memohon turunnya hujan kepada Allah Ta'ala ketika dibutuhkan. Adapun shalat istisqa hukumnya sunnah muakkadah." (Taqiyuddin al-Hisni, Kifayah al-Akhyar [Beirut: Dar al-Fikr], vol. 1, h. 153)
Dengan demikian, ketika masyarakat menghadapi kekeringan, kekurangan air, atau kondisi lain yang menimbulkan kebutuhan terhadap hujan, umat Islam dianjurkan melaksanakan sholat istisqo sebagai salah satu bentuk ikhtiar spiritual.
Bolehkah mengerjakan sholat istisqo sendiri?
Sholat istisqo boleh dikerjakan secara sendiri atau munfarid. Namun, sholat istisqo lebih utama dilaksanakan secara berjamaah di tanah lapang dengan dipimpin imam.
Hal ini sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW ketika memimpin sholat istisqo bersama para sahabat.
"Dari Abbad Ibn Tamim, dari pamannya (yaitu Abdullah Ibn Zaid) yang mengatakan: "Saya melihat Nabi saw pada hari ia keluar minta hujan, beliau membelakangi orang banyak dan menghadap ke Kiblat sambil berdoa, kemudian membalik pakaian atasnya, kemudian shalat mengimami kami dua rakaat, dengan menyaringkan bacaan dalam keduanya." [HR. al-Bukhari, dan diriwayatkan juga oleh Abu Daud, an-Nasa'i dan Ahmad].
Sementara itu, dikutip dari laman Tarjih Muhammadiyah, Putusan Tarjih dalam Muktamar Tarjih di Garut pada 1976 menjelaskan bahwa sholat meminta hujan dapat dilakukan secara perorangan maupun berkelompok.
Apabila dilakukan secara berjamaah, permohonan hujan dapat berupa doa bersama yang dipimpin imam atau melalui pelaksanaan sholat istisqo. Pelaksanaannya dilakukan di lapangan dengan khutbah setelah sholat. Khutbah juga diperbolehkan disampaikan sebelum sholat.
Namun, jika ingin melaksanakan sholat istisqo sendiri, sebaiknya merujuk pada tuntunan fikih atau meminta penjelasan kepada ustaz atau lembaga keagamaan yang tepercaya, sesuai dengan mazhab yang diikuti.
Tata cara sholat istisqo berjamaah
Sholat istisqo sesuai tuntunan fikih umumnya dilaksanakan sebanyak dua rakaat tanpa didahului azan dan iqamah.
Pelaksanaan berjamaah biasanya dilakukan di tanah lapang, kemudian dilanjutkan dengan khutbah dan doa memohon hujan.
Berikut tata cara sholat istisqo yang dilakukan secara berjamaah.
- Membaca niat sholat istisqo: Imam dan makmum berniat melaksanakan sholat istisqo.
- Melakukan takbiratul ihram: Imam melakukan takbiratul ihram, kemudian makmum mengikutinya.
- Melakukan tujuh kali takbir pada rakaat pertama: Setelah takbiratul ihram, imam dan makmum melakukan takbir sebanyak tujuh kali pada rakaat pertama.
- Membaca Al-Fatihah dan surat pendek: Pada setiap rakaat, imam membaca surat Al-Fatihah dan dilanjutkan dengan satu surat pendek. Bacaan imam dilakukan dengan suara jelas sehingga dapat didengar oleh makmum.
- Melaksanakan gerakan sholat seperti biasa: Setelah membaca Al-Fatihah dan surat pendek, sholat dilanjutkan dengan rukuk, dua sujud, dan duduk di antara dua sujud seperti pelaksanaan sholat pada umumnya.
- Melakukan lima kali takbir pada rakaat kedua: Masuk rakaat kedua, imam dan makmum kembali melakukan takbir sebanyak lima kali sebelum melanjutkan bacaan dan gerakan sholat berikutnya.
- Menyelesaikan rakaat kedua: Imam membaca Al-Fatihah dan satu surat pendek, kemudian melanjutkan gerakan sholat hingga dua sujud.
- Mengakhiri sholat seperti biasa: Setelah sujud pada rakaat kedua, imam dan makmum duduk untuk membaca tahiyyat akhir, tasyahhud, dan sholawat sebagaimana bacaan dalam sholat wajib, lalu diakhiri salam.
- Mendengarkan khutbah dan berdoa: Setelah sholat, imam atau khatib menyampaikan khutbah yang berisi ajakan untuk bertaubat, memperbanyak istigfar, dan memohon hujan kepada Allah SWT.
Demikian ketentuan mengerjakan sholat istisqo yang boleh dikerjakan sendiri maupun berjamaah. Meski demikian, utamanya sholat ini dikerjakan secara berjamaah seperti yang dicontohkan Nabi Saw.
(fef)
