Najis dari anjing termasuk najis mughaladhah, yaitu najis dengan tingkatan berat menurut ajaran Islam. Jika seseorang terkena najis anjing, bagian tubuh atau benda yang terkena perlu dibersihkan sebelum digunakan untuk beribadah.
Lalu, bagaimana cara membersihkan najis anjing? Ada aturan khusus yang perlu dilakukan karena najis ini tidak cukup dibersihkan seperti najis biasa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut cara membersihkan najis anjing dengan bahasa yang mudah dipahami, mengutip penjelasan dalam buku M. Quraish Shihab Menjawab Pertanyaan Anak tentang Islam karya M. Quraish Shihab.
Apa itu najis mughaladhah?
Najis mughaladhah adalah najis berat yang berkaitan dengan anjing dan babi. Dalam ajaran mazhab Syafi'i, sesuatu dapat menjadi najis ketika bersentuhan dengan bagian tubuh anjing atau babi dalam kondisi tertentu, terutama saat terdapat bagian yang basah.
Contohnya, seseorang dapat terkena najis ketika bersentuhan dengan air liur, keringat, urine, atau bagian tubuh anjing yang basah. Benda atau bagian tubuh yang terkena kemudian perlu disucikan sesuai ketentuan yang berlaku.
Ketika termasuk ke dalam jenis najis berat, cara membersihkan najis anjing memiliki aturan yang berbeda dibandingkan najis lainnya.
Cara membersihkan najis anjing
Cara membersihkan najis anjing dilakukan dengan mencuci bagian yang terkena sebanyak tujuh kali. Salah satu dari tujuh kali pencucian tersebut dilakukan menggunakan air yang dicampur dengan tanah atau debu.
Jadi, bila tangan, pakaian, atau benda terkena najis anjing, bagian tersebut perlu dicuci sebanyak tujuh kali hingga bersih. Salah satu proses pencucian dilakukan menggunakan tanah yang dicampurkan ke dalam air.
Dalam penjelasan buku yang ditulis M. Quraish Shihab, penggunaan tanah pada dasarnya bertujuan untuk membantu proses penyucian. Dalam kondisi tertentu, bahan lain yang memiliki fungsi serupa dapat digunakan, misalnya sabun atau garam.
Akan tetapi, penggunaan bahan pengganti tanah dapat memiliki perbedaan pendapat dalam penerapannya. Karena itu, bagi kamu yang ingin mengikuti ketentuan mazhab Syafi'i secara lebih ketat, penggunaan tanah tetap menjadi cara yang umum digunakan.
Bagaimana jika najis anjing sudah kering?
Najis yang terlihat atau dapat dikenali melalui salah satu pancaindra perlu dibersihkan hingga hilang. Artinya, apabila najis masih terlihat, tercium, atau dapat dirasakan, bagian tersebut harus dicuci sampai najisnya hilang.
Namun, bagaimana jika setelah dibersihkan masih terdapat warna atau bau?
Andai najis sudah dicuci dan sulit dihilangkan, sisa warna atau bau yang masih tertinggal dapat dimaafkan dalam kondisi tertentu. Meski demikian, seseorang tetap perlu berusaha membersihkan bagian tersebut dengan baik.
Sementara jika najis yang tidak terlihat dan tidak diketahui keberadaannya cukup dibersihkan dengan mengalirkan air ke bagian yang terkena. Misalnya, urine anjing yang telah kering dan tidak lagi meninggalkan bekas.
Perhatikan kondisi najis yang terkena
Dalam membersihkan najis anjing, hal utama yang perlu diperhatikan ialah bagian yang terkena najis. Kamu harus membersihkan area tersebut sesuai ketentuan hingga diyakini telah suci.
Singkatnya, cara membersihkan najis anjing adalah dengan mencuci bagian yang terkena sebanyak tujuh kali dan salah satunya menggunakan tanah. Aturan ini berlaku untuk najis mughaladhah menurut ajaran mazhab Syafi'i.
Itulah cara membersihkan najis anjing yang dianjurkan. Semoga bermanfaat!
(san/fef)


