Orangutan hidup di hutan hujan tropis Indonesia. Namun, keberadaan primata yang sebagian besar tinggal di atas pepohonan (arboreal) ini bukan sekadar menjadi bagian dari keanekaragaman hayati.
Orangutan juga memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan dan keberlangsungan ekosistem hutan. Lantas, apa saja fungsi orangutan ini?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Memahami pentingnya orangutan sangatlah diperlukan, terlebih di tengah ancaman terhadap habitat orangutan, mulai dari penggundulan hutan, alih fungsi lahan, hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang tengah terjadi sekarang.
Dalam peristiwa karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia saat ini, orangutan dan berbagai satwa liar lainnya turut menghadapi ancaman kehilangan habitat dan sumber makanan.
Lantas, apa sebenarnya fungsi orangutan bagi ekosistem hutan?
1. Membantu menyebarkan biji
Salah satu fungsi terpenting orangutan adalah membantu penyebaran biji tanaman di dalam hutan.
Orangutan merupakan satwa pemakan buah. Ketika berpindah dari satu tempat ke tempat lain untuk mencari makanan, mereka memakan berbagai jenis buah dan kemudian mengeluarkan bijinya bersama kotoran di lokasi yang berbeda.
The Nature Conservancy (TNC) menyebut orangutan sebagai salah satu penyebar biji terbesar di dunia. Mereka dapat menjelajah wilayah yang luas ketika mencari makanan sehingga turut membantu membawa biji tanaman dari satu kawasan ke kawasan lainnya.
Proses tersebut penting bagi regenerasi hutan. Biji yang tersebar dapat tumbuh menjadi tanaman baru dan membantu mempertahankan keberagaman jenis tumbuhan di dalam hutan.
Hal serupa dijelaskan dalam laman Sumatran Orangutan Society (SOS). Orangutan bahkan kerap disebut sebagai "gardeners of the forest" alias "tukang kebun hutan" karena perannya dalam menyebarkan biji melalui kotoran.
SOS menjelaskan, orangutan memakan ratusan jenis buah dan ketika berpindah di antara pepohonan, mereka menyebarkan biji ke berbagai bagian hutan.
Dengan begitu, hutan tidak hanya menjadi tempat orangutan mencari makan, tetapi orangutan juga membantu hutan menumbuhkan generasi tanaman berikutnya.
2. Membantu regenerasi dan keanekaragaman hutan
Penyebaran biji yang dilakukan orangutan memiliki dampak lebih luas terhadap ekosistem.
Hutan hujan tropis terdiri dari beragam jenis tumbuhan yang saling terhubung dengan satwa lain. Ketika biji disebarkan ke wilayah yang lebih luas, proses tersebut membantu mempertahankan keberagaman tumbuhan dan regenerasi alami hutan.
Peran ini menjadi semakin penting karena sejumlah tumbuhan memiliki biji berukuran besar yang tidak mudah disebarkan oleh satwa berukuran kecil. Orangutan, sebagai satwa besar yang bergerak di wilayah yang luas, dapat membawa biji lebih jauh.
Masih menurut SOS, apabila kehilangan satwa penyebar biji berukuran besar seperti orangutan ini, maka dapat turut memengaruhi kondisi hutan.
Dengan demikian, ketika populasi orangutan berkurang, yang hilang bukan hanya satu spesies dari ekosistem, tetapi juga mengancam fungsi alami dalam proses regenerasi hutan.
(Photo by CHAIDEER MAHYUDDIN / AFP) |
3. Membuka kanopi hutan
Orangutan juga berkontribusi terhadap kondisi fisik hutan melalui aktivitas mereka di pepohonan, dikutip dari Orang Utan Republik.
Mereka menghabiskan sebagian besar hidupnya di atas pohon dan membuat sarang untuk beristirahat. Saat berpindah dari pohon satu ke lainnya, primata ini secara naluriah menyingkirkan dahan yang mati atau tidak stabil untuk mencegahnya jatuh.
Aktivitas tersebut pun menciptakan celah pada kanopi hutan sehingga cahaya matahari dapat mencapai bagian bawah hutan. Masuknya cahaya ke lantai hutan mendukung pertumbuhan vegetasi yang ada di bawahnya.
4. Menjadi indikator kondisi hutan
Keberadaan orangutan juga dapat memberikan gambaran mengenai kondisi habitatnya. Mereka sangat bergantung pada pepohonan untuk mencari makan, berpindah tempat, hingga beristirahat.
The Nature Conservancy menjelaskan bahwa ketika habitat berubah atau rusak, orangutan dapat kehilangan ruang hidup dan terpaksa turun ke permukaan tanah atau bergerak ke wilayah lain.
Kondisi tersebut menunjukkan bagaimana perubahan hutan secara langsung memengaruhi kehidupan orangutan.
Karena itu, keberadaan populasi orangutan yang sehat dapat menjadi salah satu tanda bahwa ekosistem hutan masih mampu menyediakan habitat dan sumber daya yang dibutuhkan satwa tersebut.
Demikian pentingnya fungsi orangutan dalam menjaga ekosistem hutan.
(fef)



