Kenapa 17 Agustus Selalu Ada Lomba? Begini Sejarah dan Awal Mulanya

CNN Indonesia
Senin, 17 Agu 2026 06:15 WIB
Lomba 17 Agustus sudah menjadi tradisi yang selalu hadir di perayaan HUT RI. Lantas, bagaimana sejarah lomba 17 Agustus dan awal mulanya?
Lomba 17 Agustus sudah menjadi tradisi yang selalu hadir di perayaan HUT RI. Lantas, bagaimana sejarah lomba 17 Agustus dan awal mulanya? (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus tidak hanya diisi dengan upacara, tetapi juga beragam perlombaan meriah yang dilakukan oleh masyarakat.

Lomba 17 Agustus sudah menjadi tradisi yang selalu hadir di tengah kemerdekaan. Lantas, bagaimana sejarah lomba 17 Agustus hingga menjadi tradisi dalam masyarakat?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebut saja lomba balap karung, panjat pinang, tarik tambang, makan kerupuk, dan berbagai perlombaan lainnya. Lomba-lomba tersebut tidak hanya diikuti anak-anak, tetapi juga orang dewasa.


Sejarah lomba 17 Agustus

Lomba 17 Agustus dilakukan oleh seluruh masyarakat dari berbagai kalangan. Kegiatan tersebut umumnya diadakan di lingkungan RT/RW, kantor, sekolah, kampus, hingga instansi pemerintahan.

Lomba 17 Agustus seakan selalu menjadi ajang hiburan di setiap perayaan kemerdekaan Indonesia. Namun, kegiatan tersebut juga sebagai cara masyarakat untuk mempererat kebersamaan serta menumbuhkan semangat nasionalisme.

Lalu, bagaimana sejarah lomba 17 Agustus? Mengutip situs Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Bisnis dan Pariwisata (BBPPMPVBISPAR) Kemendikdasmen, lomba 17 Agustus diperkirakan muncul tahun 1950.

Saat itu, Indonesia merayakan kemerdekaannya yang ke-5. Masyarakat pun berinisiatif merayakan perjuangan dalam kemerdekaan dengan cara yang meriah.

Terbatasnya fasilitas membuat warga mengadakan perlombaan dengan alat yang mudah ditemukan. Sebut saja balap karung dan panjat pinang yang kini menjadi ciri khas dalam lomba 17 Agustus.

Dalam buku Bunga Rampai Kisah, Dosen Sejarah Universitas Sanata Dharma Heri Priyatmoko mengatakan lomba Agustusan memiliki makna tersendiri.

Menurutnya, lomba-lomba tersebut menjadi monument ingatan kolektif rakyat mengenai kemerdekaan Indonesia pada masa lalu.

Sementara itu, Sejarawan JJ Rizal mengatakan perlombaan 17-an yang ada sampai sekarang merupakan comotan dari Belanda dan Jepang saat menjajah negara ini. Terutama lomba seperti panjat pinang, tarik tambang dan kuda-kuda.

Panjat pinang itu sudah terlihat di gambar-gambar kolonial. Lantas pada zaman Jepang saat ulang tahun Djawa Baroe yang dekat dengan masuknya Jepang ke Indonesia, di acara itu sudah terlihat lomba tarik beban berat, lomba kuda-kuda," ujar Rizal saat dihubungi CNNIndonesia.com.

Peninggalan itu "diterima dan diteruskan untuk mengenang momen bersejarah melalui perayaan yang menimbulkan keriaan." Tapi lomba-lomba itu sudah diperkaya dan diberi isi baru untuk mengenang momen-momen baru.

Tujuannya bukan lagi menghormati Ratu Belanda atau kedatangan Jepang, melainkan kelahiran negara Indonesia.

Rizal mengaku tidak tahu siapa yang berjasa mencetuskan ide-ide perlombaan itu. Entah orang asing atau pribumi. Yang jelas, bangsa Indonesia memang sangat menggemari permainan dan perlombaan, terutama saat perayaan.

"Nilai di seputar lomba-lomba itu dibangun kemudian disesuaikan dengan nilai historis. Seperti lomba balap karung identik dengan kesusahan zaman Jepang, kemudian panjat pinang identik dengan gotong royong," katanya.

Itulah penjelasan tentang sejarah lomba 17 Agustus dan awal mula kegiatan ini dilaksanakan.

(glo/fef)
placeholder