Beda Perguruan Tinggi dan Sekolah Kedinasan yang Perlu Diketahui
Beberapa orang mungkin belum memahami apa beda perguruan tinggi dan sekolah kedinasan. Padahal, keduanya memiliki sistem pendidikan, proses seleksi, hingga prospek karier yang berbeda.
Oleh sebab itu sebelum memutuskan jalur pendidikan yang akan ditempuh, ada baiknya memahami kelebihan dan karakteristik masing-masing. Dengan begitu, kamu dapat memastikan instansi apa yang paling sesuai dengan rencana karier di masa depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beda perguruan tinggi dan sekolah kedinasan
Untuk lebih lengkapnya, berikut penjelasan mengenai perbedaan keduanya.
1. Jalur seleksi masuk
Perguruan tinggi negeri memiliki beberapa jalur penerimaan mahasiswa, seperti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), serta jalur mandiri yang diselenggarakan oleh masing-masing kampus.
Sementara itu, sekolah kedinasan umumnya menggunakan jalur seleksi khusus yang diawali dengan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Setelah itu, peserta biasanya masih harus mengikuti tahapan lanjutan sesuai ketentuan masing-masing instansi.
2. Biaya pendidikan
Biaya kuliah di perguruan tinggi umumnya menggunakan sistem Uang Kuliah Tunggal (UKT). Besarannya dapat berbeda-beda tergantung kebijakan kampus dan kemampuan ekonomi mahasiswa. Pada beberapa jalur tertentu, mahasiswa juga dapat dikenakan uang pangkal.
Berbeda dengan perguruan tinggi, banyak sekolah kedinasan yang memperoleh dukungan pembiayaan dari pemerintah sehingga biaya pendidikan menjadi lebih ringan, bahkan ada yang ditanggung sepenuhnya. Meski demikian, beberapa sekolah masih membebankan biaya tertentu, seperti perlengkapan atau kebutuhan pelatihan.
3. Kesempatan mendapatkan beasiswa
Mahasiswa perguruan tinggi memiliki banyak pilihan beasiswa, baik dari pemerintah, perusahaan, maupun lembaga swasta. Beasiswa tersebut dapat berupa bantuan biaya kuliah, biaya hidup, hingga program pertukaran pelajar.
Di sekolah kedinasan, kesempatan memperoleh bantuan pendidikan juga tersedia. Namun, bentuknya umumnya disesuaikan dengan kebutuhan instansi dan pengembangan karier di lingkungan pemerintahan.
4. Prospek karier setelah lulus
Lulusan perguruan tinggi memiliki kebebasan menentukan jalur karier. Mereka dapat bekerja di perusahaan swasta, menjadi wirausaha, melanjutkan pendidikan, maupun mengikuti seleksi ASN jika memenuhi persyaratan.
Sementara itu, lulusan sekolah kedinasan umumnya dipersiapkan untuk bekerja di instansi pemerintah yang menaungi sekolah tersebut. Pada sekolah kedinasan berstatus ikatan dinas, lulusan bahkan memiliki peluang untuk langsung ditempatkan sesuai ketentuan yang berlaku.
5. Pilihan program studi
Perguruan tinggi menawarkan pilihan program studi yang sangat beragam, mulai dari rumpun sains, teknik, kesehatan, ekonomi, hukum, hingga seni dan humaniora. Hal ini memberikan keleluasaan bagi calon mahasiswa untuk memilih jurusan sesuai minat.
Sebaliknya, program studi di sekolah kedinasan lebih spesifik karena disesuaikan dengan kebutuhan instansi pemerintah. Beberapa bidang yang umum tersedia antara lain perpajakan, statistik, transportasi, pemerintahan, keimigrasian, hingga keamanan siber.
6. Sistem pembelajaran
Selain mempelajari teori akademik, mahasiswa perguruan tinggi juga didorong untuk melakukan penelitian, mengikuti organisasi, serta mengembangkan keterampilan sesuai bidang yang diminati.
Di sekolah kedinasan, proses pembelajaran lebih berorientasi pada praktik, kedisiplinan, dan pembentukan karakter sebagai calon aparatur negara. Pada beberapa sekolah, mahasiswa juga menjalani pelatihan fisik dan aturan kedisiplinan yang lebih ketat dibandingkan perguruan tinggi pada umumnya.
Itu dia penjelasan lengkap mengenai beda perguruan tinggi dan sekolah kedinasan. Semoga informasi ini bermanfaat untukmu.
(han/asr) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]

