Jaga Kemabruran Haji, Ini 7 Amalan Setelah Pulang dari Tanah Suci

CNN Indonesia
Senin, 08 Jun 2026 16:35 WIB
Untuk menjaga kemabruran haji, ada berbagai amalan sunnah yang bisa dikerjakan setelah pulang dari Tanah Suci.
Ilustrasi. Untuk menjaga kemabruran haji, ada berbagai amalan sunnah yang bisa dikerjakan setelah pulang dari Tanah Suci. (AFP/ZAIN JAAFAR)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah, jamaah haji kembali ke Tanah Air dengan harapan memperoleh predikat haji mabrur.

Untuk menjaga kemabruran tersebut, ada berbagai amalan setelah pulang haji yang dianjurkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Kemabruran haji tidak hanya dinilai dari kesempurnaan ibadah selama berada di Tanah Suci. Lebih dari itu, perubahan sikap dan konsistensi dalam beribadah setelah kembali ke rumah menjadi ukuran yang lebih nyata.

Karena itulah, Islam menganjurkan berbagai amalan setelah pulang haji untuk dilakukan oleh setiap jamaah.

Dengan menjalankan amalan tersebut, semangat ibadah dan nilai-nilai kebaikan yang diperoleh selama berhaji diharapkan tetap terjaga.


Amalan sunnah setelah pulang haji

Dikutip dari buku Fiqih Islam Wa Adillatuhu Jilid 3 karya Prof. Dr. Wahbah Az-Zuhaili, berikut amalan setelah pulang haji yang dapat dilakukan.

1. Membaca doa saat perjalanan pulang

Salah satu amalan setelah pulang haji yang dianjurkan adalah membaca doa ketika dalam perjalanan kembali ke kampung halaman. Dalam hadis yang diriwayatkan dari Ibnu Umar, Rasulullah SAW biasa bertakbir tiga kali ketika melewati tanjakan, lalu membaca doa berikut:

لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ آيِبُوْنَ تَائِبُوْنَ عَابِدُوْنَ سَاجِدُوْنَ لِرَبِّنَا حَامِدُوْنَ صَدَقَ اللهُ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ

Artinya: "Tiada tuhan selain Allah, tiada sekutu bagi-Nya. Segenap kekuasaan dan pujian adalah milik-Nya, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Kami pulang, bertobat, beribadah, bersujud, dan memuji Tuhan kami. Allah telah menepati janji-Nya, memenangkan hamba-Nya, dan mengalahkan persekutuan kaum kafir sendirian."


2. Memberi kabar kepada keluarga sebelum tiba

Rasulullah SAW menganjurkan musafir yang hendak pulang untuk memberi kabar kepada keluarganya terlebih dahulu. Tujuannya agar keluarga tidak terkejut dengan kedatangan yang mendadak dan dapat mempersiapkan penyambutan dengan baik.

Etika ini menunjukkan pentingnya menjaga kenyamanan serta keharmonisan dalam keluarga setelah menunaikan ibadah haji.


3. Membaca doa saat memasuki kampung halaman

Ketika sudah melihat batas kampung halaman, jamaah haji dianjurkan membaca doa:


اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ أَهْلِهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ أَهْلِهَا وَشَرِّ مَا فِيْهَا

Artinya: "Ya Allah, aku memohon Engkau memberiku kebaikan negeri ini, kebaikan penduduknya, dan kebaikan apa saja yang ada di dalamnya; dan aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan negeri ini, kejahatan penduduknya, serta kejahatan apa pun yang ada di dalamnya."


Doa ini menjadi bentuk harapan agar kehidupan setelah haji dipenuhi keberkahan dan kebaikan.


4. Menghindari datang ke rumah pada malam hari

Dalam hadis riwayat Muslim dari Anas bin Malik disebutkan bahwa Rasulullah SAW tidak biasa mendatangi keluarganya pada malam hari setelah melakukan perjalanan jauh. Beliau lebih memilih datang pada pagi atau sore hari.

Anjuran ini mengandung hikmah agar keluarga memiliki kesempatan untuk bersiap menyambut kedatangan anggota keluarganya yang baru pulang dari perjalanan panjang.


5. Menunaikan shalat sunnah dua rakaat

Setelah tiba di kampung halaman, jamaah haji disunnahkan untuk terlebih dahulu singgah ke masjid dan melaksanakan shalat sunnah dua rakaat. Setelah masuk ke rumah, dianjurkan kembali melaksanakan shalat dua rakaat sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT.

Shalat sunnah ini menjadi salah satu amalan setelah pulang haji yang penting karena mencerminkan rasa syukur atas keselamatan selama perjalanan serta kesempatan menyempurnakan ibadah haji.


6. Membaca doa ketika masuk rumah

Saat memasuki rumah dan bertemu keluarga, Rasulullah SAW mengajarkan doa berikut:

تَوْبًا تَوْبًا، لِرَبِّنَا أَوْبًا لَا يُغَادِرُ حُوْبًا

Artinya: "(Ya Allah), kami memohon Engkau memberi kami tobat yang sempurna. Kami kembali kepada Tuhan kami, semoga tak tersisa lagi dosa kami."
Doa ini mengandung harapan agar seluruh dosa diampuni dan haji yang telah ditunaikan diterima oleh Allah SWT.


7. Menjadi pribadi yang lebih baik dan dalam perbuatan dan amal ibadah

Amalan yang paling penting setelah pulang haji adalah menjaga perubahan diri ke arah yang lebih baik. Para ulama menjelaskan bahwa salah satu tanda diterimanya ibadah haji adalah meningkatnya kualitas ibadah dan akhlak seseorang setelah kembali ke tengah masyarakat.

Allah SWT berfirman:

وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِنْدَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ أَمَلًا

Artinya: "Dan amal-amal saleh yang kekal itu lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu dan lebih baik untuk menjadi harapan." (QS. Al-Kahfi: 46)

Karena itu, menjaga kejujuran, memperbanyak ibadah, mempererat silaturahmi, serta meningkatkan kepedulian kepada sesama menjadi bukti nyata kemabruran haji yang telah diraih.

Dengan menjalankan amalan setelah pulang haji, seorang Muslim dapat menjadikan ibadah hajinya sebagai titik awal kehidupan yang lebih dekat kepada Allah SWT.

(gas/fef) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]